Pertamina Masih Berupaya Evakuasi 2 Kapal Tanker dari Selat Hormuz

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) masih berupaya mengevakuasi dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang terjebak di kawasan Teluk Persia imbas eskalasi konflik di Timur Tengah.

Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan bahwa pihaknya terus memonitor perkembangan situasi di Selat Hormuz sembari berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk melakukan upaya evakuasi. Arya pun berharap kedua kapal tersebut dapat segera keluar dari area Teluk dan berlayar kembali ke Tanah Air.

"Mohon doanya agar tim kami di sana bisa segera kembali dan tentunya ini harapan keselamatan dari aset dan juga pekerja kita yang di sana terus kami monitor. Kami upayakan yang terbaik untuk mereka," kata Arya, Senin (9/3/2026).

Arya juga memastikan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan awak Pertamina yang berada di kawasan Timur Tengah masih terjalin dengan baik, tanpa menjelaskan lebih jauh mengenai kondisi terkini.

"Tentunya saling update dan sampai saat ini kami terus memonitor perkembangan. Masih dalam pengawasan kami," ujar Arya.

Diberitakan sebelumnya, dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping tengah berada di area Teluk Persia saat terjadinya serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026). 

Baca Juga

  • Pemerintah Tempuh Diplomasi Keluarkan 2 Kapal Tanker Pertamina dari Selat Hormuz
  • Perang Iran-Israel, 2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Area Teluk
  • Belasan Kapal Tanker LNG Ubah Rute Hindari Selat Hormuz

Pada Minggu (1/3/2026), Pertamina melaporkan dua kapal miliknya yang masih berada di dalam area teluk yakni Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK dan kapal Gamsunoro yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management. 

Kapal Gamsunoro tepatnya tengah berada di Khor al Zubair, Irak, sementara kapal Pertamina Pride tengah melakukan proses loading di Ras Tanura, Provinsi Timur Arab Saudi.

Selain kedua kapal tersebut, kapal lain yang tengah berada di Timur Tengah adalah kapal PIS Rinjani yang sedang berada di Anchor-Khor Fakkan, Uni Emirat Arab dan kapal PIS Paragon yang berada di Oman.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, evakuasi kapal tanker Pertamina telah dibahas bersama Pertamina dalam rapat koordinasi. Pemerintah tengah mengupayakan langkah diplomasi agar kedua kapal dapat segera keluar dari area terdampak.

“Menyangkut dengan dua kapal yang dari Selat Hormuz yang sekarang lagi balik, tadi juga dibahas oleh Pertamina. Kita lagi upaya diplomasi agar ada cara yang lebih baik untuk mereka bisa dikeluarkan,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di ESDM, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz memang mengalami gangguan akibat dinamika konflik di kawasan tersebut. Kondisi ini berdampak pada arus distribusi minyak mentah dan produk energi global, termasuk pengiriman yang menuju Indonesia. (Hendri T. Asworo)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga minyak naik, Purbaya evaluasi penyesuaian APBN sebulan ke depan
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Vale Kaji Penerbitan Green Bond untuk Dukung Pendanaan Proyek Berkelanjutan
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mengapa Warga Iran Sangat Cerdas? Benarkah Karena Keturunan Persia?
• 9 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Kasus Jasad Perempuan Mengering di Depok: Anak 2 Kali Menginap, Tak Curiga
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Rasio ASN di Papua Lebih Tinggi dari Nasional, Kepala LAN Soroti Ketimpangan Kompetensi Aparatur
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.