REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi masih melakukan assemsent dampak kejadian bencana angin puting beliung yang menerjang pada Jumat (6/3/2026) sore. Data sementara, angin kencang itu menerjang tiga wilayah.
"Tindakan assesment sekarang masih berlangsung. Secara garis besar ada tiga wilayah yang terdampak kejadian angin puting beliung," kata Kepala Pelaksana BPBD KBB, Fitriandy Kurniawan saat dikonfirmasi.
Baca Juga
Jasa Penukaran Uang Mendulang Cuan Jelang Lebaran, Untung Bisa Sampai Ratusan Juta Rupiah
Truk Pengangkut Tanah Terjun ke Jurang Sedalam 30 Meter di Bandung Barat, Begini Kondisi Sopirnya
Alasan Kakak Bunuh Adik Tiri di Bandung Barat: Korban Sering Bikin Kesal Pelaku
Berdasarkan data yang dihimpun sementara oleh BPBD Kota Cimahi, dampak terparah berada di wilayah Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah. Sebanyak 117 unit rumah dan dua masjid serta satu kantor RW yang tersebar di sejumlah RW mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat. "Kebanyakan rusak ringan dan sedang. Ada juga yang rusak berat itu ada tiga rumah. Petugas masih melakukan assesment dan sebagainya," ujar Fitriandy. .rec-desc {padding: 7px !important;} Selain merusak rumah, bencana angin puting beliung juga menyebabkan empat orang mengalami luka ringan dan sudah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan. " Ada korban luka ringan empat orang tertimpat atap dan sebagainya," ucap dia. Selain di Padasuka, angin puting beliung juga berdampak terhadap 12 rumah di Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah. Tak ada korban di wilayah tersebut.
"Di Kelurahan Cimahi ada 12 rumah itu rusak ringan. Alhamdulillah tidak ada korban," kata dia.
Sementara lokasi di dekat kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi ada dua pohon tumbang. Tepatnya di Jalan Rd. Hardjakusumah dan Jalan Ciawitali. Pohon tumbang itu merusak gerobak pedagang dan sebuah kendaraan.