Senator kubu Demokrat AS minta selidiki serangan ke sekolah Iran

antaranews.com
16 jam lalu
Cover Berita
Washington (ANTARA) - Sejumlah senator Partai Demokrat Amerika Serikat (AS), Senin (9/3), menyerukan penyelidikan terhadap serangan yang menghantam sebuah sekolah perempuan di kota Minab, Iran.

Mereka menyebut serangan tersebut kemungkinan dilakukan oleh pasukan AS dan meminta Pentagon melakukan penyelidikan menyeluruh.

“Analisis independen secara kredibel menunjukkan bahwa serangan terhadap sekolah tersebut mungkin dilakukan oleh pasukan AS … Menteri Pertahanan Pete Hegseth harus memastikan bahwa penyelidikan yang sedang dilakukan Departemen Pertahanan terhadap serangan ini berlangsung secara menyeluruh,” demikian pernyataan bersama yang dipublikasikan melalui akun media sosial Senator Brian Schatz.

Para senator itu mendesak Hegseth untuk memastikan apakah ada keputusan kebijakan yang berkontribusi terhadap terjadinya serangan tersebut serta memberikan keterangan yang jelas kepada publik dan Kongres mengenai kondisi yang melatarbelakangi insiden itu.

“Insiden ini sangat mengkhawatirkan mengingat pendekatan Menteri Hegseth yang secara terbuka terkesan sembrono dalam penggunaan kekuatan, termasuk pernyataannya bahwa serangan AS di Iran tidak akan terikat oleh ‘aturan keterlibatan yang bodoh’, sebagaimana ia sebutkan,” kata mereka.

Pernyataan tersebut ditandatangani oleh anggota senior Komite Hubungan Luar Negeri Senat Jeanne Shaheen, anggota utama Partai Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata Senat Jack Reed, serta Patty Murray, Mark Warner, Chris Coons, dan Brian Schatz.

Baca juga: NYT: Video tunjukkan rudal Tomahawk AS menghujam di dekat sekolah Iran

Pada hari pertama konflik, sebuah sekolah perempuan di kota Minab, Iran selatan, terkena serangan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan sedikitnya 171 siswi tewas. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan pertanggungjawaban atas serangan mematikan tersebut.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel pada awalnya menyatakan bahwa serangan “pendahuluan” itu diperlukan untuk menghadapi ancaman yang mereka anggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, keduanya kemudian menyatakan ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur pada hari pertama operasi militer AS dan rezim Zionis tersebut. Iran kemudian menetapkan masa berkabung selama 40 hari.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengecam operasi AS dan Israel itu serta menyerukan deeskalasi segera dan penghentian permusuhan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: 160 orang diperkirakan tewas akibat serangan AS-Israel ke sekolah Iran


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tol Bocimi Seksi 3 Difungsikan saat Mudik Lebaran, Kapolda Jabar Tinjau Langsung
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
20 Rumah di Bantul Rusak Akibat Tanah Bergerak
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Jabar Siapkan One Way Jalur Cileunyi-Tasik untuk Mudik 2026
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Polda Metro Gerebek Pesta Narkoba di Bekasi, 7 Orang Ditangkap
• 19 jam laludetik.com
thumb
Mobil India yang Murah dan Pelajaran bagi Industri Nasional Indonesia
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.