Bisnis.com, JAKARTA — Emiten Grup Triputra, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) memperkirakan permintaan mobil bekas akan meningkat menjelang Lebaran 2026. Peningkatan tersebut didorong oleh kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi untuk mendukung perjalanan mudik.
Presiden Direktur ASLC Jany Candra, menyampaikan bahwa secara umum industri otomotif cenderung mengalami lonjakan permintaan menjelang periode Lebaran. Di sisi lain, kinerja Caroline.id saat ini juga mencatat pertumbuhan lebih tinggi, seiring dengan ekspansi jaringan cabang serta pengembangan lini bisnis.
Adapun segmen yang paling banyak diminati konsumen biasanya berasal dari kategori MPV 7-seater. Hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan berkapasitas besar yang nyaman digunakan untuk perjalanan jarak jauh bersama keluarga.
"Dari sisi model, permintaan didominasi oleh unit-unit yang juga populer di pasar mobil baru, seperti Toyota dan Daihatsu," ujar Jany kepada Bisnis, dikutip Senin (9/3/2026).
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa capaian kinerja perseroan sepanjang 2025 masih dalam proses audit. Hasil finalnya akan disampaikan kepada publik melalui keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagai gambaran, hingga kuartal III/2025 Caroline.id mencatatkan penjualan sekitar 3.000 unit mobil bekas atau tumbuh 26% secara tahunan (year-on-year/YoY). Perseroan memperkirakan tren pertumbuhan tersebut dapat dipertahankan hingga akhir 2025.
Baca Juga
- Pasar Mobil Bekas Makin Gurih, Autopedia (ASLC) Siapkan Capex Rp20 Miliar Perluas Caroline.id
- Strategi Autopedia (ASLC) Pacu Penjualan Mobil Bekas Jelang Mudik Lebaran 2026
- Autopedia (ASLC) Milik TP Rachmat Pacu Penjualan Mobil Bekas pada 2026
Menurutnya, ASLC juga memandang prospek pasar mobil bekas pada 2026 dengan optimisme yang tetap terukur. Penilaian ini didasarkan pada kondisi pasar mobil bekas yang menunjukkan sinyal positif pada awal tahun 2026.
"Meski demikian, ASLC tetap menerapkan pendekatan yang hati-hati dan berbasis data, mengingat dinamika global maupun domestik yang masih dapat memengaruhi daya beli masyarakat," jelasnya.
Oleh karena itu, perseroan terus memperkuat ekosistem bisnis mobil bekas melalui optimalisasi kanal digital, peningkatan produktivitas penjualan, serta efisiensi operasional.





