Singapura (ANTARA) - Singapura pada Senin (9/3) meluncurkan kompetisi esai bagi pelajar prauniversitas bertema masa depan ekonomi negara kota tersebut yang didorong oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dengan hadiah utama sebesar 3.000 dolar Singapura.
Para partisipan diminta untuk mengkaji bagaimana AI dapat meningkatkan produktivitas, menciptakan industri baru, serta memperkuat daya saing Singapura, dan juga mengatasi berbagai tantangan seperti dampaknya terhadap pasar tenaga kerja serta isu-isu tata kelola etis, papar Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) dan Masyarakat Ekonomi Singapura (Economic Society of Singapore/SES) dalam pernyataan bersama.
Pihak penyelenggara menyebutkan tema tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong adopsi AI pada 2026.
Kompetisi ini terbuka bagi semua pelajar prauniversitas yang sedang menempuh pendidikan di Singapura tanpa memandang kewarganegaraan, serta bagi pelajar prauniversitas asal Singapura yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
Para partisipan diminta untuk mengkaji bagaimana AI dapat meningkatkan produktivitas, menciptakan industri baru, serta memperkuat daya saing Singapura, dan juga mengatasi berbagai tantangan seperti dampaknya terhadap pasar tenaga kerja serta isu-isu tata kelola etis, papar Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) dan Masyarakat Ekonomi Singapura (Economic Society of Singapore/SES) dalam pernyataan bersama.
Pihak penyelenggara menyebutkan tema tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong adopsi AI pada 2026.
Kompetisi ini terbuka bagi semua pelajar prauniversitas yang sedang menempuh pendidikan di Singapura tanpa memandang kewarganegaraan, serta bagi pelajar prauniversitas asal Singapura yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.





