Momen Dubes Djauhari Oratmangun Berbuka Puasa Bersama WNI di Changsha

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Dubes RI untuk Beijing Djauhari Oratmangun menghadiri buka puasa bersama dengan 200 warga negara Indonesia di kota Changsha, Provinsi Hunan, Tiongkok, pada Minggu (8/3).

“Saya ingin KBRI tidak hanya menunggu di Beijing. Saya ingin ada kehadiran langsung. Menyapa. Mendengar cerita," kata Djauhari saat membuka sambutannya.

Seluruh masyarakat Indonesia yang memenuhi ballroom hotel, lebih dari 90 persen merupakan mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Changsha. Mereka tampak antusias menyimak setiap kata dalam sambutan tersebut.

Kehadiran langsung Perwakilan RI di tengah komunitas WNI di luar Beijing menjadi momen yang disambut dengan penuh kehangatan oleh para peserta.

Dalam sambutannya, Djauhari juga mengingatkan pentingnya bagi WNI yang berada di luar negeri untuk melakukan lapor diri kepada perwakilan RI.

“Sekarang caranya juga sangat mudah. Cukup melalui Portal Peduli WNI. Bisa dilakukan secara online, kapan saja, dan dari mana saja," kata dia.

Setelah sambutan Duta Besar, acara silaturahmi dilanjutkan dengan perkenalan Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Beijing, dr. Irene, kepada masyarakat Indonesia yang hadir.

"Pertemuan ini sangat berarti, karena diplomasi bukan hanya tentang hubungan antar negara dan antar pemerintah, tetapi juga tentang menjaga komunikasi dengan warga negara Indonesia yang berada di luar tanah air," kata Irene.

Lebih lanjut, Irene menekankan peran penting masyarakat Indonesia di Tiongkok sebagai penghubung persahabatan antarbangsa.

"Keberadaan masyarakat Indonesia di Tiongkok, baik yang bekerja, berusaha, maupun belajar, menjadi jembatan persahabatan antarbangsa. Setiap prestasi yang diraih mahasiswa, setiap kerja profesional yang dilakukan, setiap interaksi dengan masyarakat setempat, semua itu ikut membawa nama Indonesia," ujarnya.

Acara yang juga menghadirkan momen berbuka puasa bersama di bulan Ramadan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Kehangatan itu terasa semakin bermakna di tengah suhu kota Changsha yang masih berkisar di bawah 10 derajat Celsius.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menghadirkan layanan konsuler dan imigrasi secara langsung bagi masyarakat Indonesia di Changsha. Sebelumnya, untuk memperoleh layanan tersebut para WNI harus menempuh perjalanan hampir 1.500 kilometer menuju Beijing.

Dalam kesempatan ini, sejumlah WNI memanfaatkan layanan pencatatan rekam biometrik untuk pembuatan paspor baru yang dilakukan oleh tim Atase Imigrasi KBRI Beijing. Di samping layanan tersebut, Atase Imigrasi KBRI Beijing juga menyampaikan beberapa informasi mengenai kekonsuleran dan keimigrasian kepada para mahasiswa dan diaspora Indonesia di Changsha.

Sebagai penutup, Djauhari menyampaikan harapannya agar kebersamaan yang terjalin dalam pertemuan tersebut dapat membawa manfaat dan semakin mempererat ikatan di antara masyarakat Indonesia di perantauan.

Mengakhiri rangkaian kegiatan pada malam itu, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu “Rayuan Pulau Kelapa” yang dipimpin langsung oleh Dubes Djauhari. Nyanyian tersebut menjadi penutup yang hangat dan penuh makna, sekaligus pengingat bahwa di mana pun berada, masyarakat Indonesia tetap terhubung sebagai satu keluarga besar Indonesia di luar negeri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Demi Sekuel "Rambo II" di Iran, Amerika Pilih Main Keroyokan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kasat Narkoba Polres Toraja Utara yang Terima Setoran Bandar Narkoba Dipecat
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Siasat Pramono Atasi Sampah Longsor di TPST Bantargebang
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo: Kepemimpinan Itu Takdir, Kekuasaan Bersumber dari Tuhan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam Naik Rp8.000 per Gram pada Perdagangan Selasa Pagi
• 15 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.