Bola.com, Jakarta - Bhayangkara Presisi Lampung FC sedang mencari tumbal untuk melanjutkan trend positif di BRI Super League. Kali ini, mereka akan menjamu Arema FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Selasa (10/3/2026). Modal 4 kemenangan beruntun dirasa cukup membuat skuat Bhayangkara punya kepercayaan diri tinggi saat menjamu Arema.
Apalagi saat ini, Bhayangkara punya kans masuk lima besar jika menekuk Arema. Dengan catatan, dua tim diatasnya, Persebaya Surabaya dan Persita Tangerang mengalami kekalahan pekan ini. Jelang duel lawan Arema, pelatih Bhayangkara, Paul Munster meminta dukungan dari suporter di Lampung. Itu bisa membuat motivasi I Putu Gede dkk berlipat.
“Yang paling penting pada fans datang ke stadion sebagai pemain ke-12. Karena kami sedang dalam momentum yang bagus,” jelas Munster.
Di sisi lain, Bhayangkara punya dendam tersendiri saat bersua Arema. Karena di putaran pertama lalu, mereka takluk dengan skor tipis 1-2 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Yang menyakitkan, waktu itu mereka kalah karena gol penalti di masa tambahan waktu. Usai pertandingan, Munster uring-uringan di ruang ganti pemain. Bola.com melihat langsung bagaimana Munster marah kepada panpel Arema yang memanggilnya untuk menjalani konferensi pers. Ketika dihadapan awak media, dia berubah jadi sosok yang dingin dan sedikit berkomentar. Padahal pelatih asal Irlandia Utara itu biasanya memberikan statemen yang cukup panjang kepada awak media.
Kini, Bhayangkara ingin menebus kekalahan menyakitkan tersebut. Selain punya kans menembus lima besar, kemenangan bisa membuat situasi tim lebih enjoy. Karena ini jadi pertandingan terakhir di bulan Ramadhan. “Terget kami tentu poin penuh. Ini pertandingan terakhir sebelum libur Hari Raya Idul Fitri,” sambung mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut.




