Polemik rencana pengadaan dua unit meja biliar senilai Rp 486,9 untuk fasilitas di rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel terus menjadi perhatian masyarakat.
Pengadaan dua unit meja biliar tersebut masing-masing diperuntukkan untuk rumah dinas Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, sebesar Rp 151 juta dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp 335,9 juta.
Andie Dinialdie juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel periode 2024-2028 setelah dilantik pada 24 Desember 2024, lalu.
Andie menyebut, meja biliar itu rencananya juga bisa menjadi fasilitas alternatif bagi atlet biliar Sumsel untuk berlatih.
"Jadi selain di tempat latihan yang sudah ada, para atlet juga bisa memanfaatkan fasilitas tersebut," katanya.
Akan tetapi, ia juga memahami adanya perhatian masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah. Maka dari itu, pengadaan akan dievaluasi dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi serta prioritas kebutuhan.
“Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat yang signifikan, maka pengadaan tersebut dapat ditinjau ulang bahkan dibatalkan,” jelasnya.
Respons GubernurMenanggapi soal rencana pengadaan ini, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengatakan DPRD merupakan lembaga yang memiliki fungsi budgeting. Pihaknya menghormati fungsi tersebut.
"Jadi kita hormati fungsi yang diberikan oleh negara kepada DPRD," katanya kepada wartawan di acara Yatim Fest di Palembang, Senin (9/3).
Menurutnya, DPRD memiliki kewenangan untuk mengusulkan maupun menilai berbagai usulan anggaran dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun unsur lainnya.
"Mereka dapat mengusulkan dan menilai usulan-usulan dari OPD lain dan unsur lain juga termasuk untuk menilai dan menganggarkan untuk kepentingan dari organisasi itu sendiri," ucapnya.
Saat ini, katanya, banyak hal yang sedang dibahas di DPRD, baik terkait pembangunan maupun urusan rumah tangga lembaga tersebut.




