Trump Klaim Perang Melawan Iran Segera Berakhir: Militer Mereka Habis

mediaindonesia.com
16 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan sinyal kuat perang melawan Iran yang kini memasuki hari kesepuluh akan segera berakhir. Dalam sebuah wawancara telepon dengan CBS News, Trump menyatakan operasi militer Amerika Serikat berjalan jauh lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan sebelumnya.

"Saya pikir perang ini sudah sangat lengkap, hampir selesai," ujar Trump. Klaim ini kontras dengan indikasi dari Gedung Putih sebelumnya yang memperkirakan konflik bisa berlangsung lebih dari satu bulan.

Lumpuhnya Kekuatan Militer Iran

Trump menegaskan kekuatan militer Iran telah hancur total akibat serangan bertubi-tubi dari pasukan AS dan sekutunya. Menurutnya, Iran saat ini tidak lagi memiliki kemampuan tempur yang berarti di darat, laut, maupun udara.

Baca juga : Perang AS-Iran Memasuki Pekan Kedua, Akankah Menjadi "Laga Panjang" bagi Trump?

"Mereka tidak punya angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak punya angkatan udara. Rudal mereka tinggal sedikit. Drone mereka diledakkan di mana-mana, termasuk lokasi pembuatannya. Jika Anda lihat, mereka tidak punya apa-apa lagi. Tidak ada yang tersisa dalam arti militer," tegas Trump.

Terkait sisa-sisa persenjataan Iran, Trump memberikan peringatan keras agar Teheran tidak melakukan tindakan provokasi lebih lanjut. "Mereka telah menembakkan semua yang harus mereka tembak, dan mereka sebaiknya tidak mencoba hal-hal yang aneh atau itu akan menjadi akhir dari negara tersebut. Jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, itu akan menjadi akhir dari Iran dan Anda tidak akan pernah mendengar nama itu lagi," tambahnya.

Wacana Penguasaan Selat Hormuz

Selain membahas progres di medan tempur, Trump juga menyinggung mengenai Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak paling vital di dunia. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk mengambil alih kendali penuh atas wilayah tersebut.

Baca juga : Teheran Digempur, Iran Tuding AS-Israel Berupaya Pecah Negara demi Minyak

"Kami sedang berpikir untuk mengambil alih [Selat Hormuz]," katanya, sembari menambahkan bahwa AS memiliki kemampuan untuk melakukan "banyak hal" di sana.

Kepemimpinan Baru Iran

Ketika ditanya mengenai sosok pemimpin baru Iran setelah penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi, Trump memilih untuk tidak berkomentar banyak. Meski mengaku sudah memiliki kandidat pemimpin yang ia sukai untuk masa depan Iran, ia enggan membocorkan identitasnya.

"Saya tidak ingin mengatakan apa pun tentang itu, tapi ya, saya punya (kandidat favorit)," tuturnya. Sementara untuk Mojtaba Khamenei, Trump secara singkat menyatakan, "Saya tidak punya pesan untuknya. Tidak ada, sama sekali."

Trump dijadwalkan akan menggelar konferensi pers dalam waktu dekat untuk memberikan rincian lebih lanjut mengenai status terkini operasi militer tersebut. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Duduk Perkara Suami Masukkan Istri ke RSJ, Rekam Medis Tak Bisa Diungkap
• 14 jam lalukompas.com
thumb
AHY Salurkan Bansos dari hasil Lelang Lukisan Kuda Api: Pak SBY Mendedikasikan Lukisan Ini yang Melambangkan Energi
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
WN Portugal Buronan Interpol Kasus Pembunuhan Ditangkap Imigrasi Jaksel
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Apresiasi Kemendikdasmen, Kadisdik Aceh: Pendidikan Paling Cepat Kemajuannya Pascabencana
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Prediksi Skor Atalanta vs Bayern Munchen Dini Hari Nanti, Susunan Pemain dan Head to Head
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.