KLH Usut Longsor di TPST Bantargebang hingga Jatuh 6 Korban Jiwa

detik.com
17 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono menyampaikan dukacita atas peristiwa longsor sampah di TPST Bantargebang yang menelan korban jiwa. Diaz mengatakan pihaknya menurunkan tim untuk menyelidiki insiden tersebut.

"Saya turut berdukacita yang mendalam atas peristiwa yang terjadi di Bantargebang," kata Diaz kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: Identitas 5 Korban Tewas Longsor Sampah di TPST Bantargebang

Berdasarkan data yang diterimanya per Senin (9/3) malam, terdapat 13 korban terdiri dari 6 jasad telah ditemukan, 6 korban luka-luka, dan 1 korban belum ditemukan. Diaz mengatakan angka tersebut masih bisa berubah.

"Dari KLH sendiri, kami menyayangkan hal ini bisa terjadi, dan semoga ini bisa membangunkan kita semua bahwa masalah persampahan di Indonesia bukanlah masalah sepele. Ini sudah benar-benar masalah serius, bahkan masalah eksistensialisme," ungkapnya.

Diaz mengatakan terkait dugaan kelalaian dalam pengelolaan, pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi. Selain itu, kata dia, posko lintas kementerian juga telah dibentuk di lokasi kejadian.

"Terkait kelalaian dalam pengelolaan, tim Penegakkan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup (Gakkum KLH) dan tim Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 sudah kami turunkan ke lapangan. Posko lintas kementerian juga sudah ada di Lokasi," jelasnya.

"Selain itu, KLH juga akan memberikan santunan kepada korban," sambung dia.

Diaz mengatakan tim Gakkum KLH juga telah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya terkait penanganan kasus tersebut. Dia menyebut proses penyelidikan kemungkinan akan ditangani oleh Penegakan Hukum (Gakkum) KLH.

"Untuk potensi pidananya seperti apa, nanti tim Gakkum yang akan menilai berdasarkan peraturan yang berlaku, termasuk UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, karena adanya korban yang meninggal," paparnya.

Baca juga: Zona Terdampak Longsor di Bantargebang Ditutup Sementara

Lebih lanjut, Diaz mengatakan pemerintah daerah saat ini juga tengah berupaya membenahi persoalan sampah di Jakarta. Salah satunya, melalui pembangunan fasilitas pengolahan sampah Refuse-Derived Fuel (RDF) di kawasan Rorotan, Jakarta Utara.

"Sekali lagi saya sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi, khususnya karena DKI sekarang lagi mulai berbenah masalah sampah, khususnya dengan keberadaan pabrik pengelolaan sampah RDF Plant di Rorotan, Jakarta Utara, dan sudah mulai melakukan sosialisasi untuk pemilahan sampah rumah tangga di 14 RW di Rorotan," tuturnya.


(amw/jbr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Surealis, dari Film India ke Teks Prosa
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Chappy Hakim: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Berhenti Jika 3 Pihak Ini Bergerak
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Petasan Meledak saat Diracik, 3 Pelajar SMP di Nganjuk Luka Parah
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
IHSG Rebound Ikuti Bursa Global Setelah Sinyal Redanya Konflik AS–Iran
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Gus Ipul Tegaskan 5 Juta KPM PKH Jatim Siap Jadi Anggota Kopdes Merah Putih
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.