Jakarta, VIVA – Memasuki pengujung bulan suci Ramadhan, seringkali semangat beribadah sebagian Muslim justru mulai menurun. Padahal, keutamaan Ramadhan yang paling besar justru terletak pada sepuluh hari terakhirnya. Di sinilah terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.
Agar kita tidak merugi, penting untuk meneladani bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan hari-hari terakhir ini. Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan dari Ibu Kita, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia menceritakan kesungguhan Nabi Muhammad SAW:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah." (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).
Makna "Mengencangkan Sarung" Kalimat "Syadda mi'zarahu" atau mengencangkan sarungnya bukan sekadar ungkapan fisik. Para ulama, seperti yang dijelaskan dalam kitab Nuzhatul Muttaqin, memaknainya sebagai bentuk kesungguhan total dalam beribadah dan meninggalkan kesenangan duniawi (termasuk menjauhi hubungan suami-istri) demi fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Jadwal Malam Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H
Berdasarkan sumber dari Gazwah.tv, berikut adalah perkiraan malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan tahun 2026 ini yang patut kita prioritaskan untuk berburu pahala:
- Malam 21: Selasa Malam, 10 Maret 2026
- Malam 23: Kamis Malam, 12 Maret 2026
- Malam 25: Sabtu Malam, 14 Maret 2026
- Malam 27: Senin Malam, 16 Maret 2026
- Malam 29: Rabu Malam, 18 Maret 2026
Apa yang Harus Dilakukan?
Selain memperbanyak salat malam (Tahajud dan Witir), umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni" (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku).
Mari kita jaga konsistensi ibadah hingga garis finis. Semoga Allah SWT memberikan kita kesempatan untuk bertemu dengan malam Lailatul Qadar dalam keadaan penuh keimanan. Amin.





