Menurut Kepala KSOP Kelas IV Panarukan, Herland Aprilyanto, pihak otoritas pelabuhan telah mempersiapkan berbagai pola kegiatan arus mudik. Selain menghadirkan kapal cepat dengan kapasitas 400 penumpang, KSOP juga menambah jadwal pelayaran tiga kapal feri, yaitu KMP Munggiyango Hulalo, KMP Wicitra Dharma I, dan KMP Dharma Kartika, yang biasanya melayani rute Situbondo-Madura.
Herland menjelaskan bahwa puncak arus mudik di Pelabuhan Jangkar diperkirakan terjadi pada H-6 Lebaran, tepatnya pada 15 Maret. Hal ini karena penyeberangan Gilimanuk (Bali)-Ketapang (Banyuwangi) akan ditutup sementara pada 19-20 Maret 2026 untuk menghormati Hari Raya Nyepi. "Mayoritas pemudik yang menyeberang melalui Pelabuhan Jangkar ini bekerja di Pulau Bali dan mereka pasti pulang kampung sebelum aktivitas penyeberangan dihentikan sementara," tambah Herland.
Selain itu, KSOP juga mempersiapkan kapal navigasi, yakni Kapal Negara Masalembo, yang saat ini siaga di Surabaya, untuk dioperasikan jika diperlukan guna mengurai kepadatan pemudik di Pelabuhan Jangkar.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.




