JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Indonesia dalam sepekan ke depan masih dipengaruhi oleh berbagai dinamika atmosfer, baik pada skala global, regional, maupun lokal.
Sejumlah fenomena atmosfer diperkirakan berperan dalam meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.
Melansir laman bmkg.go.id, salah satu fenomena yang memengaruhi kondisi cuaca adalah Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi bergerak menuju fase 6 dan 7 atau wilayah Western Pacific.
Pergerakan tersebut menyebabkan konsentrasi pembentukan awan hujan diperkirakan lebih dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian timur dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia 10-13 Maret 2026
"Selain itu, gelombang atmosfer, yaitu Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprakirakan aktif di Sumatera dan Kalimantan bagian utara, sebagian Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua, yang dapat mendukung peningkatan aktivitas konvektif serta potensi hujan di wilayah tersebut," kata BMKG.
Aktivitas gelombang atmosfer tersebut dapat mendukung peningkatan proses konvektif di atmosfer yang berpotensi memicu hujan di wilayah-wilayah tersebut.
Di sisi lain, BMKG juga memantau keberadaan Bibit Siklon Tropis 95W yang diprakirakan masih bertahan di Samudra Pasifik utara Papua.
Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot, tekanan udara minimum 1006 hPa, dan bergerak ke arah timur laut menjauhi wilayah Indonesia.
"Bibit siklon ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik Utara Pulau Halmahera hingga utara Papua Barat," demikian keterangan BMKG.
Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- bmkg
- dinamika atmosfer
- cuaca
- cuaca ekstrem





