IHSG Anjlok Tajam, Gelombang Jual Hantam Bursa Dunia

wartaekonomi.co.id
14 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,27% pada perdagangan Senin (9/3/2026) ke level 7.337,369, seiring tekanan yang juga melanda mayoritas bursa saham global di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia. Penurunan ini menunjukkan pelemahan pasar saham bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga melanda berbagai indeks utama dunia.

Berdasarkan data statistik harian Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 248,318 poin dibandingkan posisi sebelumnya 7.585,687. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.403,733 dan terendah 7.156,683.  

Aktivitas perdagangan saham tercatat mencapai 43,15 miliar saham dengan nilai transaksi Rp23,83 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,42 juta kali. Kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp13.163 triliun.  

Penurunan IHSG terjadi di tengah tekanan yang juga melanda bursa saham global. Sejumlah indeks utama dunia turut mencatat pelemahan pada hari yang sama, di antaranya Nikkei 225 Jepang turun 5,20%, Kospi Korea Selatan merosot 5,96%, serta indeks Taiwan TSE turun 4,43%. Di kawasan Asia Tenggara, indeks Filipina PSEi terkoreksi 4,97%, sementara Malaysia FTSE Bursa Malaysia KLCI turun 2,55%.  

Tekanan juga terlihat di pasar Asia-Pasifik lainnya, termasuk indeks Australia All Ordinaries yang turun 2,88% serta indeks Hang Seng Hong Kong yang melemah 1,35%. Di Amerika Serikat, indeks Dow Jones Industrial Average tercatat turun 0,95%. Sementara di Eropa, indeks CAC 40 Prancis turun 2,04% dan DAX Jerman melemah 1,63%.  

Pelemahan juga terjadi secara luas di hampir seluruh indeks sektor di BEI. Indeks sektor transportasi dan logistik mencatat penurunan terdalam sebesar 5,22%, disusul sektor bahan baku yang turun 4,59%, sektor properti dan real estat turun 4,57%, serta sektor energi yang melemah 4,33%. 

Secara keseluruhan, mayoritas saham di BEI berada di zona merah. Sebanyak 606 saham atau sekitar 63% dari total saham tercatat mengalami penurunan harga pada hari tersebut.  

Baca Juga: IHSG Ambruk Hingga 3%, Bos BEI Bilang Begini

Baca Juga: IHSG Awal Pekan Ditutup Jeblok 3,27% ke 7.337, Seluruh Sektor Merah!

Baca Juga: Awal Pekan Berdarah! Rupiah Tembus Rp17.000, IHSG Ambles Lebih dari 4%

Beberapa saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama IHSG, di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).  

Di sisi lain, aktivitas investor asing pada perdagangan hari itu masih mencatatkan net buy sebesar Rp1,11 triliun. Namun secara tahun berjalan (year-to-date), investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp6,17 triliun.  

Secara kinerja tahunan, IHSG juga masih berada dalam tren pelemahan dengan penurunan 15,14% sejak awal tahun


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Marak OTT Kepala Daerah, Puan Ungkit Biaya Politik Mahal
• 7 jam laludetik.com
thumb
Jasa Marga Prediksi Puncak Mudik Terjadi pada 18 Maret dan Puncak Balik Lebaran pada 24 Maret
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Punch Asal Peru, Selamat dari Perdagangan Liar Namun Terpisah dari Induk
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Computer Vision dalam Smart Agriculture: Membantu Petani Jaga Kualitas Hasil Panen
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Harapan Nadiem Dijenguk Keluarga Sebab Lebaran Tahun Ini di Rutan
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.