Perang Picu Krisis Energi, Pemerintah Liburkan Sekolah dan Kampus

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kendaraan mengantre di sebuah stasiun pengisian bahan bakar, seiring meningkatnya kekhawatiran atas pasokan bahan bakar menyusul konflik AS-Israel dengan Iran, di Dhaka, Bangladesh, 6 Maret 2026. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Bangladesh mengambil langkah darurat untuk menekan konsumsi energi di tengah krisis pasokan yang semakin memburuk. Seluruh universitas di negara itu diputuskan akan ditutup mulai Senin, lebih awal dari jadwal libur Idulfitri, sebagai bagian dari upaya penghematan listrik dan bahan bakar.

Keputusan tersebut berlaku untuk seluruh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Bangladesh. Pemerintah menilai penutupan kampus tidak hanya dapat menurunkan penggunaan listrik secara signifikan, tetapi juga mengurangi kemacetan lalu lintas yang selama ini dianggap menyebabkan pemborosan bahan bakar.

Penutupan lebih awal ini diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan terhadap sistem kelistrikan nasional yang sedang berada dalam kondisi tertekan.


Pilihan Redaksi
  • Ukraina "Ikut" Perang AS-Israel Lawan Iran, Kirim Ini
  • Israel Kirim 15 Helikopter Invasi Lebanon, Hizbullah Siap Bertempur
  • Stok Aman! Bahlil Minta Warga Tak Perlu Panic Buying BBM

"Universitas mengonsumsi listrik dalam jumlah besar untuk asrama mahasiswa, ruang kelas, laboratorium, dan pendingin udara. Penutupan lebih awal akan membantu meringankan tekanan pada sistem listrik negara," kata seorang pejabat pemerintah, dilansir Reuters, dikutip Selasa (10/3/2026).

Sebagian besar institusi pendidikan di Bangladesh sebenarnya sudah tidak beroperasi sejak awal Ramadan. Sekolah negeri maupun swasta telah lebih dulu diliburkan selama bulan suci tersebut.

Dengan keputusan terbaru ini, hampir seluruh lembaga pendidikan di Bangladesh akan tetap tutup selama periode tersebut.

Langkah ini diambil ketika Bangladesh menghadapi ketidakpastian besar terkait pasokan bahan bakar minyak dan gas. Gangguan pada pasar energi global akibat konflik di Timur Tengah membuat negara tersebut semakin rentan terhadap krisis energi.

Bangladesh sangat bergantung pada impor energi untuk memenuhi kebutuhan domestiknya. Sekitar 95% kebutuhan energi negara itu berasal dari impor.

Ketergantungan tersebut membuat Bangladesh sangat sensitif terhadap gejolak harga dan gangguan pasokan di pasar global.

Pada Jumat lalu, pemerintah bahkan memberlakukan pembatasan harian terhadap penjualan bahan bakar setelah terjadi aksi pembelian panik dan penimbunan oleh masyarakat.

Selain menutup universitas, pemerintah juga memperluas langkah penghematan energi ke sektor pendidikan lainnya.

Sebagai bagian dari kebijakan penghematan yang lebih luas, pemerintah meminta seluruh sekolah dengan kurikulum internasional serta lembaga bimbingan belajar swasta untuk menghentikan kegiatan selama periode tersebut guna menekan penggunaan listrik.

Masalah energi yang dihadapi Bangladesh juga diperparah oleh kekurangan pasokan gas domestik.

Krisis ini telah memaksa pemerintah menghentikan operasional empat dari lima pabrik pupuk milik negara. Gas yang tersedia dialihkan untuk memasok pembangkit listrik guna mencegah pemadaman besar-besaran.

Pada saat yang sama, Bangladesh terpaksa membeli gas alam cair (LNG) dari pasar spot internasional dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan kontrak jangka panjang.

Pemerintah juga sedang mencari tambahan kargo LNG untuk menutup kekurangan pasokan energi yang semakin melebar.

Seorang pejabat senior di Kementerian Energi Bangladesh mengatakan pemerintah sedang berupaya keras mengendalikan situasi tersebut.

"Kami melakukan segala yang kami bisa untuk mengurangi konsumsi dan memastikan stabilitas pasokan listrik, bahan bakar, serta impor energi," katanya.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Penjual & Pembeli Terbesar di Pasar Senjata Dunia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Mendikbudristek Nadiem Bakal Jadi Saksi di Sidang Kasus Chromebook
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Semua Korban Longsor TPST Bantargebang Sudah Ditemukan, 7 Orang Tercatat Meninggal Dunia
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Sarung dan Sajadah Batik Kudus Suguhkan Ragam Motif Sambut Lebaran
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Heboh! Vadel Badjideh Ditagih Bayar Utang Lolly Senilai Rp30 Juta
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Menyala Super League! 41 Pemain Timnas Indonesia yang Dipanggil Herdman Mayoritas dari Liga Domestik
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.