Wall Street Menguat Usai Trump Sebut Perang di Iran Hampir Berakhir

katadata.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat bangkit dan ditutup menghijau pada perdagangan Senin (9/3) waktu setempat setelah Presiden Donald Trump menyatakan perang melawan Iran kemungkinan hampir berakhir.

Indeks S&P 500 naik 0,83% ke level 6.795,99. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 239,25 poin atau 0,5% menjadi 47.740,80. Indeks saham unggulan tersebut sebelumnya mencatat penurunan mingguan terbesar dalam hampir satu tahun. Adapun Nasdaq Composite melonjak 1,38% ke level 22.695,95.

Kenaikan indeks di Wall Street itu menandai pembalikan arah yang cukup tajam dari tekanan di awal perdagangan. Dow Jones sempat merosot hampir 900 poin pada titik terendah sesi. Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing sempat turun hingga 1,5%.

Trump mengatakan, konflik di Iran hampir berakhir. “Mereka tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, dan tidak memiliki angkatan udara,” kata dia dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (10/3).

Ia menambahkan, Amerika Serikat kini berada jauh di depan dari perkiraan awal mengenai durasi perang yang sebelumnya diprediksi berlangsung empat hingga lima minggu. Trump juga menyebut kapal-kapal kembali melintasi jalur strategis Selat Hormuz, bahkan ia mempertimbangkan untuk mengambil alih jalur ini.

Seiring dengan itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun menjadi sekitar US$ 81 per barel. Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak di atas US$ 100 per barel dalam perdagangan semalam, bahkan menyentuh lebih dari US$ 119, pertama kalinya menembus level tersebut sejak 2022 ketika pasar bereaksi terhadap dampak invasi Rusia ke Ukraina 2022.

Sementara itu, patokan harga minyak global Brent crude terkoreksi hingga mendekati US$ 84 per barel pada titik terendah hari itu. Sebagai perbandingan, harga minyak AS memulai tahun ini di bawah US$ 60 per barel.

“Sepertinya situasi bergerak ke arah yang lebih baik,” kata Manajer Portofolio sekaligus Kepala Pendapatan Tetap di Aptus Capital Advisors John Luke Tyner.

Penguatan pasar saham juga ditopang oleh reli saham-saham semikonduktor. Saham Broadcom naik lebih dari 4%, sementara Micron Technology dan Advanced Micro Devices masing-masing melonjak sekitar 5%. Saham Nvidia naik lebih dari 2%.

Sebelumnya, harga minyak melonjak setelah sejumlah produsen utama di Timur Tengah memangkas produksi akibat penutupan Selat Hormuz. Kuwait mengumumkan pemangkasan produksi meski tidak merinci jumlahnya, sementara produksi Irak dilaporkan turun hingga 70%.

Para menteri energi dari negara-negara Kelompok Tujuh (G7) yakni Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat yang dijadwalkan menggelar pertemuan virtual pada Selasa pagi untuk membahas kemungkinan pelepasan cadangan minyak.

Para menteri keuangan G7 juga telah bertemu pada Senin untuk membahas opsi serupa, namun belum mengambil keputusan.

Harga minyak di atas US$ 100 per barel dipandang banyak pelaku pasar di Wall Street sebagai titik kritis bagi perekonomian global, kecuali jika konflik segera mereda dan harga kembali turun. 

Ia memperkirakan harga minyak akan kembali stabil jika tidak terjadi kerusakan besar pada infrastruktur energi. 

“Saya membayangkan harga minyak akan kembali normal di kisaran US$ 65 hingga US$ 75 per barel, yang merupakan titik tengah yang cukup nyaman bagi semua pihak,” kata Tyner.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: OJK Cabut Izin Koperindo Jaya - Indonesia Beli Rudal Brahmos
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Panglima TNI Promosikan Mayjen Lucky Avianto Jadi Pangkogabwilhan III
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Proyek PLTS Koperasi Merah Putih: Aturan Digodok, Investasi Mulai Masuk
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
THR Bisa Jadi Modal Masa Depan Anak, Ini Tips Mengelolanya
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Kapten Kapal Sea Dragon Tarawa Divonis Penjara Seumur Hidup dalam Kasus Sabu 1,9 Ton
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.