Harga Emas Dunia Tergelincir di Tengah Penguatan Dolar AS

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia melemah pada Senin (9/3/2026), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi.

Harga Emas Dunia Tergelincir di Tengah Penguatan Dolar AS. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia melemah pada Senin (9/3/2026), tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi di tengah kekhawatiran inflasi akibat konflik di Timur Tengah.

Emas spot (XAU/USD) melemah 0,61 persen ke level USD5.138,57 per troy ons.

Baca Juga:
Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi sejak 2022, Berbalik Turun usai Isu Sanksi Rusia

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga yang dipicu ketidakpastian perang menekan harga emas.

Namun, konflik yang berkepanjangan juga diperkirakan menjaga permintaan aset safe haven dan memberikan batas bawah bagi harga emas.

Baca Juga:
Wall Street Pulih Setelah Pernyataan Trump Kemungkinan Akhiri Perang dengan Iran

Emas kerap dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Meski demikian, suku bunga rendah biasanya meningkatkan daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga:
PGN (PGAS) Siapkan Capex Rp6 Triliun pada 2026, Fokus Perkuat Infrastruktur Gas

Di sisi lain, dolar AS menguat seiring lonjakan harga minyak yang mendekati USD120 per barel.

Kondisi ini mendorong investor memburu likuiditas di tengah kekhawatiran perang berkepanjangan di Timur Tengah dapat mengganggu pasokan energi dan menekan pertumbuhan ekonomi global.

Dolar yang lebih kuat membuat emas yang dihargakan dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Melansir dari Reuters, militer Israel menyatakan telah melancarkan serangan di wilayah Iran tengah serta menargetkan ibu kota Lebanon, Beirut.

Perang ini secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak global dan gas alam cair melalui laut di dekat pesisir Iran.

Dari sisi data ekonomi, indeks harga konsumen (CPI) AS untuk Februari akan dirilis pada Rabu, sementara indikator inflasi pilihan Federal Reserve (The Fed), yakni indeks Personal Consumption Expenditures (PCE), dijadwalkan keluar pada Jumat.

Wyckoff mengatakan, jika data inflasi yang dirilis pekan ini menunjukkan kenaikan tajam, kondisi tersebut akan menempatkan Federal Reserve dalam dilema dan berpotensi mendorong penurunan harga emas lebih lanjut.

Bank sentral AS dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan berikutnya pada 17-18 Maret, dan secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga.

Di pasar logam lainnya, perak spot turun 0,2 persen ke USD84,18 per troy ons. Platinum naik 1,1 persen menjadi USD2.158,02, sedangkan paladium menguat 2,4 persen ke USD1.663,79 per ons. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pakar Keselamatan Berkendara Ingatkan Pemudik Tak Asal Pakai Roof Box
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Heboh! Vadel Badjideh Ditagih Bayar Utang Lolly Senilai Rp30 Juta
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Patung "Abdi Dalem": Monumen Memori Personal dan Kultural
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Puan Minta Penjelasan Panglima TNI soal Instruksi Siaga I
• 5 jam laluokezone.com
thumb
IRGC Bantah Trump Soal Kesuksesan Pasukan AS: Kami akan Menentukan Akhir Perang
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.