JAKARTA, KOMPAS.com - Mabes Polri menjelaskan terkait video simulator kuda yang viral di media sosial dan memicu berbagai komentar publik.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, simulator berkuda tersebut merupakan bagian dari fasilitas latihan yang pengadaannya menggunakan anggaran tahun 2016.
“Harganya per unit Rp 1 miliar," kata Isir kepada wartawan, Selasa (10/3/2026).
Isir menjelaskan, simulator tersebut digunakan sebagai sarana pelatihan dasar bagi polisi yang bertugas di satuan berkuda.
Menurut dia, terdapat empat unit simulator yang memiliki fungsi berbeda dalam proses latihan menunggang kuda.
Pertama, simulator yang digunakan untuk belajar teknik dasar menunggang, mulai dari berjalan, berlari, hingga galop atau gerakan lari kuda dengan ritme kaki yang seirama.
"Kedua, belajar jumping atau lompat rintangan," kata Isir.
Ketiga dan keempat merupakan simulator yang digunakan untuk latihan balapan atau kecepatan.
Baca juga: Motor Layang hingga Pasukan Berkuda Akan Beraksi saat Hari Bhayangkara ke-79 di Monas
Viral di Media Sosial
Video tentang simulator kuda milik Polri sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.
Ruang simulator berkuda itu diketahui berada di Markas Direktorat Polisi Satwa di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Dalam salah satu video yang beredar, tampak sejumlah anggota polisi, baik pria maupun wanita, mencoba alat tersebut dengan didampingi instruktur.
Mereka menunggangi simulator kuda secara bergantian, sementara di depan mereka terdapat layar monitor yang menampilkan simulasi medan berkuda.
Alat tersebut juga terlihat bergerak mengikuti kondisi medan yang muncul di layar sehingga memberikan pengalaman latihan yang menyerupai kondisi berkuda sebenarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang