Pasar Energi Bergejolak, Rusia Tingkatkan Pasokan Minyak dan Gas ke Negara Mitra Terpercaya

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan meningkatkan pasokan minyak dan gas kepada negara- mitra yang dinilai dapat diandalkan di berbagai wilayah dunia, menyusul eskalasi di Timur Tengah yang memicu gejolak pasar energi global.

Pemimpin Rusia itu menekankan bahwa Moskow adalah "pemasok energi yang dapat diandalkan" dan akan terus memasok minyak dan gas ke "negara-negara yang merupakan mitra yang dapat diandalkan," seperti negara-negara di kawasan Asia-Pasifik atau Slovakia dan Hongaria di Eropa Timur.

Baca Juga :
Bursa Asia Tancap Gas Usai Trump Beri Sinyal Perdamaian Iran Picu Penurunan Harga Minyak Dunia
Trump Telepon Putin di Tengah Perang Iran Berkecamuk, Tawarkan Solusi Cepat Akhiri Konflik

"Kami meningkatkan pasokan kepada mitra-mitra tepercaya kami, dan itu dilakukan di beberapa kawasan sekaligus," kata Putin dalam pertemuan di Kremlin, Senin, dilansir TASS. 

Ia menegaskan kembali bahwa Rusia sedang mempertimbangkan untuk mengalihkan pasokan gas dari Uni Eropa, di mana larangan penuh atau sanksi terhadap gas Rusia mulai tahun 2027 telah disepakati, tetapi ia menambahkan bahwa jika "pembeli Eropa" berubah pikiran, Moskow siap untuk bekerja sama dengan mereka.

Putin merespons krisis energi yang terjadi merupakan imbas eskalasi di Timur Tengah, menyusul serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Putin mengatakan bahwa Rusia telah "berulang kali memperingatkan bahwa upaya untuk menggoyahkan situasi di Timur Tengah pasti akan membahayakan" pasar energi global, menaikkan harga dan membatasi pasokan.

Harga minyak telah melonjak melewati $119 per barel, di tengah dampak dari perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dan meningkatnya kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan terhadap pasokan energi global.  

Lonjakan harga tersebut menandai pertama kalinya harga minyak naik di atas $100 per barel sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Harga minyak turun kembali ke sekitar $110 per barel setelah The Financial Times melaporkan bahwa para menteri keuangan G7 akan membahas pelepasan cadangan minyak bumi dalam koordinasi dengan Badan Energi Internasional.

Presiden AS Donald Trump, yang banyak berkampanye dengan isu biaya hidup sebelum pemilihan 2024, mengabaikan lonjakan harga tersebut.

"Harga minyak jangka pendek, yang akan turun dengan cepat ketika ancaman nuklir Iran berakhir, adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar demi keselamatan dan perdamaian AS dan dunia," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social. "HANYA ORANG BODOH YANG BERPIKIR BERBEDA!"

Baca Juga :
Putin Beri Selamat Terpilihnya Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
IHSG Ditutup Terjun 3,27 Persen saat Harga Minyak Dunia Terbang, Cek 3 Saham Top Gainers di LQ45
Harga Minyak Dunia Meroket 20 Persen di Tengah Perang, Trump: Akan Turun Cepat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bursa Jepang Rebound Didorong Turunnya Harga Minyak, Nikkei Melonjak 3%
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
6 Sisi Unik yang Dimiliki Pisces
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
China Sebut Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Sesuai Konstitusi Negara
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Zodiak yang Paling Berpotensi Jadi Orang Terkenal
• 9 jam lalubeautynesia.id
thumb
Rumah Rihanna dan A$AP Rocky Ditembaki Orang Tak Dikenal, Pelaku Sudah Ditahan
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.