VIVA – Legenda Manchester United, Paul Scholes, meluruskan pernyataannya yang sempat dianggap menyindir pelatih interim Setan Merah, Michael Carrick.
Sebelumnya, Scholes sempat mengunggah pesan bernada misterius di Instagram setelah kekalahan Manchester United 1-2 dari Newcastle United. Unggahan itu langsung memicu reaksi dari para suporter yang menilai Scholes sedang mengkritik Carrick.
Padahal, kekalahan tersebut merupakan yang pertama dialami United sejak Carrick mengambil alih kursi pelatih hingga akhir musim.
Dalam unggahannya, Scholes menulis bahwa Carrick “pasti memiliki sesuatu yang spesial” karena mampu meraih hasil meski performa tim dinilai kurang meyakinkan dalam beberapa laga terakhir.
Komentar itu kemudian menuai kontroversi di kalangan fans. Namun Scholes menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat menyinggung mantan rekan setimnya tersebut.
“Tidak ada niat sama sekali untuk menyinggung Michael,” ujar Scholes dalam podcast The Good, The Bad & The Football.
Ia bahkan menegaskan bahwa Carrick adalah salah satu sosok paling baik yang pernah ditemuinya di dunia sepak bola.
“Michael adalah salah satu orang paling baik yang pernah Anda temui di sepak bola. Dia orang terakhir yang ingin saya sakiti,” kata Scholes.
Mantan gelandang United itu juga mengaku langsung menghubungi Carrick setelah unggahan tersebut menjadi sorotan publik.
“Saya langsung mengirim pesan kepadanya dan mengatakan bahwa saya sama sekali tidak berniat membuatnya tersinggung,” ungkap Scholes.
Menurut Scholes, Carrick sendiri tidak mempermasalahkan komentar tersebut.
“Dia bilang tidak tersinggung sama sekali,” tambahnya.
Scholes menilai banyak orang salah menafsirkan maksud dari pesannya di media sosial.
“Orang-orang mungkin menafsirkannya berbeda. Yang saya maksud hanya bahwa tim tidak bermain terlalu baik dalam empat pertandingan terakhir, tapi dia tetap bisa mendapatkan hasil,” jelasnya.
Performa Carrick di Manchester United
Carrick sendiri kembali dipercaya menangani Manchester United setelah menggantikan pelatih interim sebelumnya, Darren Fletcher, yang sempat mengambil alih tugas dari Ruben Amorim.
Di periode keduanya memimpin tim di Old Trafford, Carrick justru menunjukkan performa impresif. Ia berhasil membawa United meraih enam kemenangan dari delapan pertandingan.





