China, Rusia dan Perancis Hubungi Iran, Minta Gencatan Senjata Secepatnya

suara.com
6 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Wakil Menteri Iran menyebut China, Rusia, dan Prancis intensif berkomunikasi untuk menghentikan permusuhan di kawasan tersebut.
  • Presiden Putin mengajukan usulan penyelesaian politik konflik Iran dan Ukraina melalui pembicaraan langsung dengan Presiden Trump.
  • Meskipun upaya damai, Iran melancarkan serangan balasan "Operasi Janji Setia 4" menggunakan rudal berat sebagai perlawanan.

Suara.com - Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengungkapkan bahwa sejumlah kekuatan besar dunia, termasuk China, Rusia, dan Prancis, telah menjalin komunikasi intensif dengan Teheran.

Fokus utama pembicaraan tersebut adalah mengupayakan penghentian permusuhan (cessation of hostilities) secepat mungkin.

Gharibabadi menegaskan bahwa syarat utama dari pihak Teheran untuk menyetujui gencatan senjata adalah jaminan mutlak bahwa "tidak ada lagi agresi lanjutan" yang dilancarkan ke wilayah mereka.

Namun, di saat yang sama, ketegangan di lapangan justru menunjukkan dinamika yang berlawanan dengan upaya damai tersebut.

Intervensi Rusia dan Usulan Damai Putin

Presiden Rusia, Vladimir Putin, dilaporkan telah melakukan pembicaraan telepon langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Senin (9/3/2026) malam.

Ajudan Presiden Rusia, Yury Ushakov, menyatakan bahwa Putin mengajukan sejumlah usulan konkret untuk menyelesaikan konflik di Iran dan Ukraina melalui jalur politik dan diplomatik.

Moskow mendorong penyelesaian cepat berdasarkan hasil komunikasi terbaru Rusia dengan para pemimpin negara Teluk dan Presiden Iran, Masoud Pezehskian.

Langkah ini diambil guna meredam dampak perang yang kian meluas ke stabilitas regional, seperti yang dilaporkan Al Jazeera.

Baca Juga: Perusahaan Minyak Bahrain Umumkan Force Majeure Imbas Perang Iran

Di sisi lain, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan optimis dari Florida bahwa perang ini sudah mendekati akhir.

Trump mengeklaim militer AS sengaja membiarkan beberapa target vital, seperti pembangkit listrik, tidak tersentuh untuk saat ini.

Meski begitu, Trump memperingatkan bahwa AS akan memberikan perlindungan penuh bagi kapal-kapal tanker yang beroperasi di Teluk dan Selat Hormuz melalui asuransi risiko politik dan pengawalan militer.

"Jika Iran menyerang kapal-kapal di bawah perlindungan AS, hasilnya akan sangat fatal," tegas Trump.

Ia juga mengejek langkah Teheran yang menyerang negara tetangganya (Arab Saudi dan UEA) sebagai tindakan "bodoh" yang justru membuat negara-negara Teluk berbalik memihak Amerika Serikat.

Analis senior dari Middle East Institute, Harrison, memberikan catatan kritis terhadap pernyataan Trump. Menurutnya, terdapat ketidaksinkronan antara tujuan militer dan politik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
“Serangan Mendadak Israel ke Pusat Kekuasaan Iran, 250 Bom Jatuh di Teheran”
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
DPR RI Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Jam Tayang One Piece Live Action Season 2 di Netflix Indonesia dan Daftar Episode Lengkap
• 38 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Insentif Apa Saja yang Bisa Dimanfaatkan Pemudik Tahun Ini?
• 21 jam lalukompas.id
thumb
Block Mode Jadi Inovasi Andalan Kilang Cilacap Pangkas Ketergantungan Minyak dari Timur Tengah
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.