KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Bengkulu. Salah satu yang terjaring dalam operasi senyap itu adalah Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari.
“Confirm, tim melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Bengkulu," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi, Selasa (10/3).
"Salah satunya Bupati Rejang Lebong," sambungnya.
Siapa Fikri?
Fikri merupakan pria kelahiran Sumsel, 4 Februari 1981. Ia pernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen AMKOP Palembang dan meraih gelar Sarjana Ekonomi.
Fikri kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Hazairin, Bengkulu. Dia pun mendapat gelar Magister Administrasi Publik.
Fikri dikenal sebagai seorang pengusaha di bidang properti. Selain itu, dia juga diketahui aktif di dunia politik.
Fikri merupakan Ketua DPD PAN Kabupaten Rejang Lebong. Ia sempat mencalonkan diri sebagai Bupati Rejang Lebong pada Pilkada 2019 lalu, namun gagal.
Ia akhirnya kembali mencalonkan diri bersama Hendri sebagai paslon Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong di Pilkada 2024. Ia akhirnya terpilih dengan meraih 63.691 suara atau 44,07% dari total suara sah.
Punya Harta Rp 19,5 MiliarBerdasarkan situs LHKPN KPK, Fikri mempunyai kekayaan Rp 19,5 miliar. Kekayaan itu dilaporkannya saat mencalonkan diri sebagai Bupati Rejang Lebong pada 19 Agustus 2024.
Berikut rincian kekayaan Fikri:
Sebanyak 14 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kepahiang, Rejang Lebong, hingga Bengkulu, senilai Rp 14.600.000.000;
Dua kendaraan berupa Mitsubishi Pajero Sport dan Mitsubishi EC Lipse Cross senilai Rp 900.000.000;
Harta bergerak lainnya: Rp 45.000.000;
Kas dan setara kas: Rp 7.234.102.034;
Harta lainnya: Rp 9.700.560.665;
Utang: Rp 12.948.979.208
Total kekayaan: Rp 19.530.683.491.





