Australia Beri Visa Kemanusiaan Atlet Iran

tvrinews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Canberra

Lima Pemain Timnas Wanita Iran Mendapat Perlindungan Setelah Menolak Lagu Kebangsaan

Pemerintah Australia resmi memberikan visa kemanusiaan kepada lima anggota tim nasional sepak bola wanita Iran. 

Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran atas keselamatan para atlet setelah mereka melakukan aksi diam saat lagu kebangsaan diputar dalam turnamen Piala Asia di Gold Coast.

Menteri Imigrasi Australia, Tony Burke, mengonfirmasi bahwa kelima pemain tersebut telah dipindahkan oleh Kepolisian Federal Australia ke lokasi yang aman. 

Burke mengidentifikasi para pemain tersebut sebagai Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi.

"Mereka ingin memperjelas bahwa mereka bukanlah aktivis politik. Mereka adalah atlet yang ingin merasa aman," ujar Burke dalam keterangannya pada Selasa 10 Maret 2026  pagi waktu setempat.

Ketegangan di Balik Lapangan

Keputusan para pemain untuk tidak menyanyi sebelum laga melawan Korea Selatan pekan lalu memicu reaksi keras dari kalangan konservatif di Teheran.

Salah satu komentator bahkan melabeli mereka sebagai "pengkhianat masa perang" dan menuntut hukuman berat sekembalinya mereka ke tanah air.

Situasi mencapai puncaknya pada hari Senin ketika beberapa pemain meninggalkan lobi hotel setelah berdiskusi dengan aktivis hak asasi manusia. 

Tak lama kemudian, rombongan kedua yang mencakup pelatih kepala terlihat panik mencari mereka di area hotel.

"Pada hari Senin 09 Maret 2026, menjadi jelas bahwa ada lima wanita yang ingin tinggal di Australia," tambah Burke. Ia juga menegaskan bahwa pintu perlindungan tetap terbuka bagi anggota tim lainnya.

Dukungan Internasional dan Komunitas

Isu ini menarik perhatian global, termasuk dari mantan kapten timnas pria Australia sekaligus aktivis kemanusiaan, Craig Foster. Ia menekankan bahwa setiap atlet dalam turnamen resmi FIFA harus memiliki hak atas keamanan.

"Mereka tidak bisa berbicara bebas karena berada di bawah ancaman," ungkap Naz Safavi, salah satu pendukung yang hadir di stadion.

Dukungan juga datang dari Amerika Serikat. Presiden Donald Trump melalui platform Truth Social menyatakan dukungannya terhadap langkah Australia. 

Trump mengeklaim telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Anthony Albanese terkait situasi sensitif ini.

Masa Depan yang Tidak Pasti

Meskipun lima pemain telah mendapatkan perlindungan permanen untuk hidup dan bekerja di Australia, nasib sisa anggota skuad lainnya masih belum menemui titik terang. 

Banyak yang mengkhawatirkan keselamatan keluarga mereka di Iran jika mereka memutuskan untuk membelot.

Manajer tim, Marziyeh Jafari, memberikan pernyataan yang kontras saat konferensi pers. "Secara pribadi, saya ingin kembali ke negara saya sesegera mungkin untuk bersama keluarga," tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, pengamanan ketat masih diberlakukan di sekitar akomodasi tim. Pemerintah Australia menyatakan langkah ini sebagai bentuk kepemimpinan moral dalam melindungi hak-hak perempuan dan kebebasan berekspresi di dunia olahraga.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Tito Karnavian: Jangan Panic Buying, Stok Beras dan BBM Aman
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Semua yang Perlu Kamu Ketahui tentang One Piece Live Action Season 2
• 11 detik lalubeautynesia.id
thumb
Sebagian Besar Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Telah Bebas dari Lumpur
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Sekelompok Paus Terdampar di Rote Ndao, Warga dan Polisi Giring ke Laut Lepas
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Bupati Rejang Lebong Fikri Thobari Tiba di KPK Usai Terjaring OTT KPK
• 8 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.