JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan terhadap kebutuhan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Ia memastikan ketersediaan pangan dan energi nasional dalam kondisi aman, termasuk stok beras yang mencapai sekitar 4 juta ton, serta pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang memadai dengan harga relatif stabil.
“Jadi masyarakat tidak usah panic buying karena justru akan mengganggu rantai pasok makanan. Pemerintah telah memiliki skema untuk mengatasi persoalan harga dan pasokan kebutuhan pokok,” kata Tito di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, seperti dikutip dari Antara, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Tunjangan Profesi Guru Agama di Sekolah Mulai Dicairkan, Termasuk Lulusan PPG 2025
Tito menegaskan, pemerintah terus memantau stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran.
Ia juga meminta kepala daerah segera menggelar rapat internal dan berkoordinasi dengan distributor serta pelaku usaha, guna memastikan kelancaran distribusi pangan di wilayah masing-masing.
Ia juga menekankan pentingnya pengamanan di lokasi wisata serta pengaturan arus mudik agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Baca Juga: Skenario Harga Minyak 92 Dolar AS/Barel, Purbaya: Defisit Bisa Tembus 3,6 Persen
Menurut Tito, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk mencegah potensi kerumunan yang tidak terkendali serta menjamin keselamatan publik selama periode libur Lebaran.
Ia juga menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk berada di wilayah tugasnya mulai 14 hingga 28 Maret 2026 guna memimpin langsung pengendalian situasi di lapangan.
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- panic buying
- lebaran 2026
- menteri dalam negeri
- tito karnavian
- ketersediaan pangan
- idulfitri





