Dekranasda Bulukumba Latih Pengrajin Tenun Bira Kembangkan Desain Modern untuk Perluas Pasar

terkini.id
10 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Bulukumba — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bulukumba terus mendorong penguatan sektor industri kecil dan menengah (IKM) berbasis potensi lokal.

Salah satunya melalui pelatihan pengembangan desain bagi para pengrajin tenun Bira yang digelar di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Bira.

Dalam kegiatan tersebut, belasan pengrajin tenun mendapatkan pelatihan langsung dari praktisi dan pengusaha kriya nasional, Bustan Effendi yang akrab disapa Mas Vinto.

Pelatihan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 9–13 Maret 2026, dengan dukungan dari Bank Sulselbar.

Materi pelatihan mencakup teknik dasar desain, konsep pola, hingga praktik pembuatan produk turunan tenun seperti selendang dan syal.

Para peserta juga diajak mengeksplorasi pengembangan motif baru agar produk tenun Bira lebih variatif dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Dalam pengantarnya, Vinto memuji tenun Bira sebagai produk kriya lokal yang masih mempertahankan keaslian corak tradisionalnya. Namun, ia menilai salah satu tantangan yang dihadapi adalah desain motif yang masih cenderung monoton.

“Saya diundang untuk membantu pengembangan desain motif baru tenun Bira. Harapannya, muncul desain-desain yang lebih modern tanpa meninggalkan karakter aslinya,” ujar Vinto.

Menurutnya, corak tradisional tetap harus dipertahankan sebagai identitas budaya. Namun, pengrajin juga perlu mulai mengembangkan motif yang lebih modern agar tenun Bira dapat diterima oleh pasar yang lebih luas, termasuk kalangan muda.

Pada sesi praktik, Vinto memperkenalkan teknik pembuatan motif gradasi warna yang diaplikasikan pada produk selendang. Motif tersebut dinilai lebih fleksibel digunakan sebagai busana maupun aksesori, sehingga dapat menarik minat generasi milenial.

“Dengan motif yang lebih modern, tenun Bira bisa digunakan dalam berbagai gaya, baik sebagai baju, syal, maupun pelengkap outfit,” jelasnya.

Salah seorang penenun, Tasmawati, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan para pengrajin untuk lebih berani bereksperimen dengan desain baru. Selama ini, para penenun cenderung mempertahankan motif tradisional yang sudah umum digunakan.

“Kami sebenarnya sudah punya dasar membuat motif, tapi belum berani mencoba yang lebih modern. Mudah-mudahan setelah pelatihan ini, kami bisa menciptakan corak baru tanpa meninggalkan motif lama yang juga masih diminati,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha kerajinan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.

Menurutnya, pengembangan desain sangat penting agar produk kriya Bulukumba tetap relevan dengan perkembangan tren pasar, terlebih daerah ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Sulawesi Selatan.

“SDM pelaku usaha harus terus ditingkatkan. Dalam hal desain dan corak, tenun Bulukumba masih perlu dikembangkan agar tidak ketinggalan zaman dan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain,” ujarnya.

Sebagai informasi, tenun Bira bersama tenun Kajang serta Kopi Arabika Kahayya telah memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Sertifikat tersebut diberikan karena ketiga produk ini memiliki keunikan, kualitas khas, serta keterkaitan erat dengan kondisi geografis dan kearifan lokal Bulukumba. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korban Meninggal Longsor Sampah Bantargebang Jadi Enam Orang
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
SMI Terbitkan Obligasi Ritel, Targetkan Dana Rp 300 Miliar
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kesadaran Gizi Seimbang Diperkenalkan kepada Masyarakat Lahat
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Jadi Agenda Utama Reformasi WTO
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mendagri: Saat Masyarakat Libur Lebaran, Kepala Daerah Harus Tetap Siaga
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.