Waspada Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat Diprediksi Melanda Sejumlah Daerah

tvrinews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa, 10 Maret 2026.

Prakirawan BMKG Sedayu menyampaikan, kombinasi dinamika atmosfer berpotensi memicu hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa daerah.

"Perlu ditingkatkan kesiap-siagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Utara," kata Sedayu secara daring melalui kanal YouTube BMKG, Selasa, 10 Maret 2026.

Sementara itu, potensi hujan sedang hingga lebat tercatat di wilayah yang ditandai dengan warna kuning pada peta peringatan cuaca. Beberapa kota besar juga diperkirakan mengalami kondisi cuaca bervariasi.

Kondisi Cuaca di Wilayah Barat Indonesia

Di bagian barat Indonesia, BMKG memperkirakan potensi hujan petir terjadi di Bandar Lampung dan Tanjong Selor. Sementara itu, hujan ringan diperkirakan terjadi di Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Samarinda.

Kondisi berawan hingga berawan tebal diperkirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, dan Bandung.

Kondisi Cuaca di Wilayah Timur Indonesia

Di wilayah timur, potensi hujan petir terjadi di Mataram, hujan sedang di Mamuju, dan hujan ringan diperkirakan terjadi di Denpasar, Kupang, Makassar, Palu, Manado, Ternate, Ambon, serta seluruh wilayah Papua. Sementara itu, berawan tebal diprediksi terjadi di Kendari dan Gorontalo.

Perkembangan Siklon Tropis

BMKG juga memantau Bipis Siklontropis 95W yang berada di Samudera Pasifik Utara Papua, dengan kecepatan angin maksimum persisten 20 knots dan tekanan minimum 1.006 hPa, bergerak ke arah timur laut. Potensi perkembangan sistem ini menjadi siklon tropis dalam 48 jam ke depan dikategorikan rendah.

Siklon tropis ini memicu terbentuknya low-level jet dan daerah konvergensi serta konfluensi, yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitarnya. Sirkulasi siklonik lain juga terpantau di perairan Barat Aceh dan Laut Sulawesi.

“Daerah tekanan rendah di Australia bagian utara turut menginduksi low-level jet di Nusa Tenggara Timur dan Maluku bagian selatan, membentuk konvergensi dan konfluensi dari Nusa Tenggara Barat hingga Laut Arafuru,” tambah BMKG.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui https://www.bmkg.go.id dan media sosial resmi BMKG. Masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis JEJAK DUKA DIANDRA SCTV Episode 65, Hari Ini Selasa 10 Maret 2026:  Dimitri Mulai Goyah, Umar Bersiap Bongkar Kebenaran
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
OJK: Jika Perang Berlarut, Ekonomi Global dan RI Terancam
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Permintaan Masyarakat Toraja Tolak Geothermal Tak Didengar, Warga Pilih “Bersuara” di Spanduk Partai Politik
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Perayaan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Perawatan Rambut ala Salon Jepang 
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Perang Semakin Membara! Prabowo: Sawit hingga Jagung Bisa Jadi Sumber Energi Nasional
• 11 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.