Permintaan Masyarakat Toraja Tolak Geothermal Tak Didengar, Warga Pilih “Bersuara” di Spanduk Partai Politik

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

TANA TORAJA, FAJAR – Penolakan masyarakat terhadap rencana pertambangan geothermal di Toraja tampaknya belum mendapat respons serius dari pemangku kebijakan. Lantaran merasa aspirasinya diabaikan, warga kini memilih cara unik untuk bersuara.

Kini memilih membubuhkan coretan pada spanduk-spanduk partai politik yang tersebar di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara.

Sebelumnya, masyarakat telah menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Tana Toraja yang dihadiri langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, hingga Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Namun, pertemuan tersebut dinilai tidak membuahkan hasil konkret bagi masyarakat yang menolak tambang.

Pantauan di lapangan menunjukkan spanduk sejumlah partai politik, termasuk PSI dan Gerindra, dipenuhi coretan cat semprot (piloks) berwarna hitam dan putih dengan pesan tegas: “Toraja Tolak Tambang Geothermal.”

Kritik Tajam LMND Sulsel

Merespons fenomena tersebut, Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Sulawesi Selatan angkat bicara. Ketua EW-LMND Sulsel, Adry Fadhli, menilai aksi corat-coret spanduk tersebut merupakan puncak keresahan masyarakat akibat buntunya ruang komunikasi dengan pejabat publik.

“Risiko menjadi pejabat publik, khususnya yang dipilih langsung oleh rakyat, adalah wajib mendengarkan suara masyarakat,” ujar Adry saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (10/3/2026).

Adry menyayangkan sikap dingin para pemangku kepentingan yang seolah lebih berpihak pada kepentingan investasi dibandingkan aspirasi warga lokal.

“Sangat tidak elok melihat sikap dingin penguasa. Jangan sampai terkesan hanya tunduk pada oligarki partai maupun investor tambang, sementara suara rakyat diabaikan,” tegasnya.

Tantangan Debat untuk Bupati

Selain menyoroti aksi warga, Adry juga mempertanyakan sikap Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, yang hingga kini belum menanggapi tantangan debat terbuka mengenai data dan dampak proyek geothermal tersebut.

“Kami sudah mencoba berbagai cara, namun sampai sekarang Bupati belum menanggapi. Kami paham beliau sibuk ke Jakarta, tapi saat sudah di Toraja pun tetap tidak ada respons. Aneh melihat pemimpin yang ditantang memaparkan data riil justru terkesan menghindar,” imbuh Adry.

Ia menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu konfirmasi dan kesiapan Bupati untuk berdiskusi secara transparan di hadapan publik.

“Kami tunggu sampai sekarang. Kalau perlu kami jadwalkan ulang. Jangan terkesan lari dari persoalan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Tana Toraja. Sementara Wakil Bupati, Erianto Laso Paundanan, yang merupakan mantan Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja, kini menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Tana Toraja. (edy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kalahkan Persik, Modal Berharga Persib Bungkam Borneo FC & Nyaman di Puncak
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Memetik Inspirasi Keteguhan Perempuan Mesir di Panggung Mode Yogyakarta
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Sahroni Tidak Mau Terima Gaji DPR, Sumbangkan ke Kitabisa
• 6 menit lalujpnn.com
thumb
Warisan kebaikan Vidi Aldiano: Dari bangun RS di Gaza hingga bantu biaya sekolah
• 2 jam lalubrilio.net
thumb
Dulu Digandrungi Artis, Kini Sepi Pembeli: Masih Adakah Masa Depan Pasar Ular?
• 14 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.