Di Balik Wacana Kenaikan Tarif KRL dan Munculnya Kereta Prioritas

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tengah mempertimbangkan berbagai langkah untuk menekan beban subsidi tarif kereta rel listrik (KRL) tanpa memberatkan penumpang.

Direktur Utama KCI, Mochamad Purnomosidi, mengatakan rencana kenaikan tarif masih dikaji secara mendalam.

“Niatnya gini lho, niatnya itu bagaimana subsidi itu bisa kami tekan. Kasihan pemerintah lah, kan gitu. Nah, kami lagi cari-cari berbagai macam solusi. Termasuk ada kereta (KRL) prioritas,” ujar Purnomo di KCI Hall, Juanda, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

Baca juga: KCI Ungkap Tarif KRL Berpotensi Naik Jadi Rp 3.500

Purnomo menambahkan, jika tarif naik, kemungkinan hanya sebesar Rp 500, sehingga harga tiket untuk 25 kilometer pertama menjadi Rp 3.500 dari harga saat ini Rp 3.000.

Meski begitu, keputusan kenaikan tarif tidak akan diambil terburu-buru karena harus mendapat izin dari Kementerian Perhubungan.

“Enggak mungkin kami selesaikan sendiri. Pasti izinnya dari kementerian (Perhubungan), karena ini kereta subsidi kan,” jelasnya.

KRL prioritas sebagai alternatif

Selain menaikkan tarif, KCI juga mempertimbangkan pengoperasian KRL prioritas sebagai alternatif untuk menekan subsidi.

“Kami kaji dulu. Tapi yang jelas ada niat untuk mengurangi subsidi. Salah satunya dengan KRL prioritas,” kata Purnomo.

Baca juga: Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini 10 Maret 2026, Lengkap dari Pagi hingga Malam

KRL prioritas direncanakan memiliki waktu tempuh lebih cepat karena tidak berhenti di setiap stasiun, berbeda dengan KRL biasa.

“Jadi tempat di mana yang ramai saja diberhentikan. Itu rencananya lagi kita godok lah ya. Niatnya bagaimana subsidi bisa kita tekan,” tambahnya.

Meski wacana KRL prioritas dan kenaikan tarif menjadi opsi utama, Purnomo menegaskan bahwa KCI masih membuka peluang solusi lain untuk mengurangi beban subsidi.

“Bisa juga nanti yang KRL prioritas enggak jadi, tapi yang (KRL) ekonominya kita naikkan tarifnya. Dan juga masih ada alternatif lainnya,” ujarnya.

Baca juga: KRL Kampung Bandan–Angke Sempat Terganggu, Kini Sudah Normal Lagi

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dengan langkah-langkah ini, KCI berharap subsidi yang diberikan pemerintah dapat lebih tepat sasaran, tanpa mengurangi kenyamanan dan aksesibilitas bagi penumpang KRL.

(Reporter: Dian Erika Nugraheny | Editor: Larissa Huda)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Longsor Gunung Sampah Bantargebang: Korban Tewas Bertambah Jadi 6 Orang, Satu Masih Dicari
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Anak 4 Tahun Puasa Penuh Sampai Magrib, Apakah Sudah Siap? Ini Kata Psikolog
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
David Copperfield Umumkan Pensiun dari Las Vegas, Bayang-Bayang Kasus Epstein Kembali Mencuat
• 11 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bulog Jamin Stok Pangan Cukup hingga Akhir 2026, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Jadwal Imsak dan Buka Puasa 10 Maret 2026 di Jakarta dan Sekitarnya
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.