Anak 4 Tahun Puasa Penuh Sampai Magrib, Apakah Sudah Siap? Ini Kata Psikolog

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Sebuah video yang dibagikan melalui akun Instagram @zyandrabunga8 memperlihatkan seorang anak berusia 4 tahun menangis dan tantrum sambil mengatakan lapar dan haus. Sang ibu menjelaskan bahwa hari itu merupakan pertama kalinya anaknya mencoba puasa penuh hingga waktu magrib.

Momen ini pun memicu diskusi di kalangan orang tua tentang kapan sebenarnya anak siap belajar berpuasa penuh.

Menurut Psikolog Klinis, Raden Mutiara Puspa Wijaya, M.Psi.,Psikolog, secara perkembangan psikologis anak usia 4 tahun umumnya belum siap menjalani puasa penuh. Pada usia tersebut, kemampuan berpikir anak masih terbatas.

Selain itu, regulasi emosinya belum stabil, dan mereka masih kesulitan mengendalikan dorongan dasar seperti rasa lapar, haus, atau keinginan lainnya. Bahkan, kemampuan anak untuk bertahan dalam situasi yang tidak nyaman juga belum berkembang dengan baik.

“Kemampuan bertahan di situasi tidak nyaman belum berkembang,” ujarnya kepada kumparanMOM, Selasa (24/2).

Oleh karena itu, secara umum anak usia 4 tahun biasanya belum siap untuk berpuasa penuh hingga magrib, meski setiap anak tentu memiliki perkembangan yang berbeda. Orang tua dapat mulai melihat tanda-tanda kesiapan anak untuk belajar puasa, di antaranya:

-Anak sudah mulai mampu menunda keinginan untuk makan atau minum dalam waktu singkat.

-Tidak mudah tantrum saat merasa lapar atau haus.

-Tetap tenang ketika waktu makan sedikit terlambat.

Kesiapan anak juga berkaitan dengan perkembangan kemampuan berpikirnya. Ketika anak sudah lebih besar dan mulai memahami makna puasa, proses belajar berpuasa biasanya akan terasa lebih mudah bagi mereka.

Sementara dari sisi medis, anak umumnya dianggap lebih siap untuk mulai belajar puasa sekitar usia 7 tahun. Jika anak berpuasa terlalu dini, ada risiko kesehatan yang perlu diperhatikan. Puasa berarti tubuh mengalami pembatasan cairan dan asupan energi, padahal anak-anak yang aktif membutuhkan keduanya untuk menjaga kesehatan sekaligus mendukung perkembangan otak mereka.

Sehingga, penting bagi orang tua untuk menyesuaikan latihan puasa dengan kesiapan usia dan kondisi anak. Puasa bisa diperkenalkan secara bertahap, misalnya dimulai dari beberapa jam terlebih dahulu, sehingga anak dapat belajar menjalani ibadah ini dengan nyaman dan tetap sehat ya, Moms.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Amelia Khairani Sutrisno, Masinis MRT Jakarta Lulus S2 dari Inggris
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Bulog DKI dan Banten Pastikan Stok Pangan Aman hingga Akhir Tahun
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemendikdasmen Ajak Orang Tua Luangkan SatuJamBerkualitas Bersama Anak
• 44 menit lalutvrinews.com
thumb
Pemerintah Perkuat Deteksi Dini Problem Mental Anak lewat Program Cek Kesehatan Gratis
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Produksi Dipangkas, RI Amankan 150 Juta Ton Batu Bara Buat Domestik
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.