JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam beberapa waktu terakhir, setidaknya dalam dua pekan, ada beberapa kasus pembuangan bayi yang menjadi sorotan.
Bayi-bayi yang tak diinginkan itu ditinggalkan begitu saja di jalanan, terbungkus tas belanja hingga kantong plastik.
Fenomena tersebut lantas menggugah pertanyaan, mengapa ada orangtua yang tega membuang bayi dari darah dagingnya sendiri?
Baca juga: Surat Kakak yang Tinggalkan Bayi di Pejaten: Tolong Rawat Adik, Ibu Meninggal Melahirkan
Apakah karena masalah ekonomi, atau nafsu menggebu sesaat yang tak disertai tanggung jawab?
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti bahwa kasus pembuangan bayi tidak hanya dipicu faktor kemiskinan, tetapi juga berkaitan erat kompleksnya persoalan keluarga.
"Isu keluarga dan pengasuhan alternatif itu misalnya karena keluarga bercerai, terjadi perebutan hak asuh. Karena keluarga bercerai tidak memberikan hak nafkah ya kepada anak. Karena keluarga bercerai, terjadi pengabaian hak anak lain dan termasuk juga kekerasan ya terhadap anak," ucap Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra saat dihubungi melalui telepon, Senin (10/3/2026).
Jasra menjelaskan, kegagalan dalam fungsi keluarga dapat berdampak langsung pada perlindungan anak.
"Misalnya, jika anak ini dilahirkan dari situasi kehamilan yang tidak diinginkan, maka pada akhirnya anak ini kan menjadi dampak ya. Artinya tidak diasuh oleh keluarganya sendiri atau ibu kandungnya gitu ya. Itu satu hal," kata dia.
Dari segi ekonomi, ada beberapa kasus orangtua yang membuang anaknya karena tidak sanggup memberi kehidupan yang layak.
"Kemudian jika anak ini dilahirkan misalnya dalam situasi kondisi kemiskinan gitu ya, katakanlah yang di Pasar Minggu, maka ini juga bisa menjadi faktor betapa dalam situasi kemiskinan ekstrem ini juga anak menjadi dampak pertama dan utama," tutur Jasra.
Selain itu, Jasra menilai faktor kesehatan mental juga dapat memicu orangtua nekat membuang bayi yang dilahirkannya.
"Katakanlah ibu yang melahirkan mengalami baby blues sehingga tidak mau mengasuh. Jadi kita menemukan rata-rata ya seperti itu background kasusnya dari temuan-temuan terkait pembuangan bayi," kata dia.
Baca juga: Sosok Pria Misterius dalam Kasus Bayi yang Dibuang di Pasar Minggu
Kasus-kasus pembuangan bayiDalam dua pekan terakhir, ada beberapa kasus pembuangan bayi yang menjadi sorotan.
Di Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, seorang bayi perempuan dibuang ke gerobak nasi uduk.
Warga bernama DInda (20) menemukan bayi tersebut usai mendengar suara tangis bayi yang tak berhenti.





