Harga minyak mentah melonjak hingga 29 persen pada perdagangan Senin (9/3), ke level tertinggi sejak pertengahan 2022 sebelum kemudian turun dan ditutup pada kenaikan hampir 7 persen, karena perang AS-Israel dengan Iran yang meningkat menekan pasokan energi dunia, meningkatkan nilai dolar, dan meredam harapan penurunan suku bunga.
Dikutip dari Reuters, kontrak berjangka Brent ditutup naik USD 6,27, atau 6,8 persen menjadi USD 98,96 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik USD 3,87 atau 4,3 persen menjadi USD 94,77 per barel.
Batu BaraHarga batu bara ICE Newcastle menguat pada penutupan perdagangan Senin. Berdasarkan situs Barchart, harga batu bara untuk kontrak Maret 2026 naik 2,88 persen dan berada di harga USD 137,65 per ton.
CPOAdapun harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) berjangka Malaysia juga naik pada Senin. Berdasarkan situs tradingeconomics, harga CPO melonjak 3,7 persen menjadi sekitar MYR 4.375 per ton.
NikelHarga nikel terpantau tidak mengalami perubahan pada penutupan perdagangan Senin. Harga nikel berdasarkan London Metal Exhange (LME) stagnan pada harga USD 17.469 per ton.
TimahSementara itu, harga timah terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Senin. Harga timah berdasarkan situs London Metal Exhange (LME) melesat 1,24 persen dan menetap di USD 50.685 per ton.




