Garudafood Ajak 100 Santri dan Anak Yatim Disabilitas Belanja Bareng Persiapan Lebaran

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk bersama PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) melalui merek Prochiz menggelar kegiatan sosial bertajuk “Belanja Bareng & Donasi Pendidikan Santri Istimewa” di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Program ini melibatkan 100 santri dan anak yatim disabilitas dari sejumlah pondok pesantren dan yayasan inklusi di wilayah Jabodetabek.

Kegiatan yang digelar pada momentum Ramadhan 1447 Hijriah ini merupakan kolaborasi Garudafood dan Prochiz bersama Sekolah Relawan. Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman berbelanja sekaligus bantuan materi bagi anak-anak dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Para peserta berasal dari sejumlah lembaga pendidikan dan yayasan inklusi, di antaranya Pondok Pesantren Raudlatul Makfufin, Yayasan Sayap Ibu Tangerang Selatan, serta Yayasan Peduli Kesejahteraan Yatim Disabilitas Islam Indonesia (YPKYDII) di Jakarta.

Selain kegiatan belanja bersama, Mulia Boga Raya sebagai anak perusahaan Garudafood melalui merek Prochiz juga menyalurkan bantuan pendidikan dengan total nilai Rp30 juta kepada pondok pesantren dan yayasan tempat para peserta menempuh pendidikan. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung sarana dan prasarana pendidikan inklusif, seperti kursi roda, Alquran braille, serta berbagai media pembelajaran bagi penyandang disabilitas.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Head of Corporate Communications and External Relations Garudafood Group, Dian Astriana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pendidikan dan kesejahteraan sosial bagi kelompok rentan.

“Garudafood berkomitmen untuk terus memperbesar kontribusi kepada masyarakat melalui program-program yang bermanfaat dan berkelanjutan. Melalui program ‘Belanja Bareng & Donasi Pendidikan Santri Istimewa’ ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata dan kebahagiaan bagi kelompok rentan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan Idul Fitri 1447 H,” ujar Dian.

Dalam kegiatan tersebut, setiap anak menerima voucher belanja senilai Rp500 ribu yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan Lebaran, seperti pakaian baru maupun perlengkapan sekolah. Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman menyenangkan bagi para peserta dalam menyambut hari raya.

Executive Director Sekolah Relawan, Rani Alfiani, menilai kegiatan tersebut tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga pengalaman yang dapat meningkatkan rasa percaya diri anak-anak.

“Kami sangat mengapresiasi langkah nyata Garudafood dan Prochiz yang tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga memberikan hak pengalaman kepada santri dan anak yatim istimewa. Bagi mereka, kesempatan memilih sendiri baju Lebaran adalah bentuk penghargaan atas kemandirian dan kepercayaan diri mereka,” kata Rani.

Menurut Rani, kolaborasi antara sektor swasta dan organisasi sosial seperti ini penting untuk memperluas dukungan bagi kelompok rentan serta mendorong terciptanya ekosistem sosial yang lebih inklusif.

Secara nasional, berbagai organisasi kemanusiaan memperkirakan terdapat sekitar empat juta anak yatim piatu di Indonesia. Sementara itu, estimasi UNICEF menyebutkan jumlah anak penyandang disabilitas di Indonesia dapat mencapai dua juta orang. Banyak dari mereka masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan maupun kesejahteraan.

Di luar kegiatan Ramadhan, Garudafood juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan melalui inisiatif Garudafood Sehati yang mencakup bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta bantuan kemanusiaan.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apa Perbedaan Pemimpin Tertinggi dengan Presiden di Iran?
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Zodiak yang Paling Tidak Suka Dikekang
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Polemik Meja Biliar Rp 486 Juta: Ketua DPRD Sumsel Jabat Ketua POBSI Sumsel
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Mualafnya Richard Lee Diragukan Publik, Ustaz Derry Sulaiman Ungkap Bukti Ini
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Viral! Gambar Pertama Minecraft Dungeons 2 Muncul di Internet
• 12 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.