Sampit: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memperluas jangkauan pengamanan destinasi wisata dalam menghadapi lonjakan pengunjung pada libur Lebaran 2026. BPBD Kotim telah menyiapkan surat edaran untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, camat, lurah, hingga kepala desa, agar meningkatkan kewaspadaan di seluruh objek wisata.
“Terkadang kita lupa. Pada saat hari besar atau libur panjang seperti ini kita fokus pada Pantai Ujung Pandaran saja, padahal ada beberapa destinasi wisata lain yang perlu diperhatikan seperti danau buatan atau danau alam di kilometer enam,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kotim Bambang Supiansyah di Sampit, Selasa, 10 Maret 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
Tanggal Ini Berpotensi Macet Parah, Berikut Jadwal Mudik dan WFA 2026!Suasana objek wisata Pantai Ujung Pandaran, Kabupaten Kotawaringin Timur beberapa waktu lalu. ANTARA/Norjani
Ia mengatakan perluasan jangkauan pengamanan destinasi wisata bertujuan mengantisipasi insiden fatal di titik-titik wisata yang selama ini kurang terpantau, namun memiliki risiko tinggi bagi keselamatan masyarakat yang menghabiskan waktu liburan. Dia mengungkap pengamanan tahun ini tidak boleh hanya terfokus pada Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, tetapi juga menyasar wisata lainnya seperti danau alam dan danau buatan di wilayah Kilometer (KM) 6 Jenderal Sudirman serta lainnya.
“Terutama kami meminta pengelola destinasi wisata menyiapkan personel pengamanan dan penanda standar teknis. Dinas Pariwisata juga harus memberikan imbauan tegas kepada para pemilik tempat wisata,” ujar Bambang.
Ia menambahkan BPBD Kotim menyiagakan total 52 personel, termasuk koordinator, yang akan bekerja dalam sistem dua shift, yakni pagi dan malam. Setiap regu piket diwajibkan melaksanakan patroli minimal satu kali untuk memantau situasi di lapangan.
Masyarakat juga diimbau segera melapor jika terjadi keadaan darurat melalui nomor layanan cepat BPBD Kotim di 0851 4753 6370 yang telah disosialisasikan secara masif melalui berbagai kanal media sosial.
“Nanti kalau memang ada insiden yang terjadi di lapangan di daerah wisata, kami minta masyarakat segera menghubungi nomor darurat tersebut agar bisa segera kami tangani,” kata Bambang.



