Purbaya: Stok BBM 20 Hari Normal, Bukan Darurat 

katadata.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut ketersediaan cadangan bahan bakar minyak (BBM) untuk 20 hari masuk dalam kategori berlebih. Purbaya mengatakan, stok cadangan BBM untuk 20 hari merupakan kondisi yang normal. 

Purbaya mengatakan, penjelasan mengenai cadangan BBM merupakan kapasitas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Namun, Purbaya menyatakan pemerintah biasa menyimpan cadangan BBM per 15 hari, sehingga cadangan 20 hari menurutnya merupakan hal yang normal. 

“Setiap saat tuh kita menyetok sekian puluh hari. Kalau enggak salah 15 hari lebih, ya. Ini kan stoknya 20 hari berarti berlebih, bukan habis. Nanti kalau itu berkurang, bisa beli lagi. Itu stok yang normal, bukan darurat,” kata Purbaya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (10/3).

Purbaya menyatakan, pemerintah telah menghitung berapa banyak minyak yang harus dicadangkan. Ia menyebut, cadangan 20 hari BBM merupakan perhitungan yang ideal.  

“Ada yang bilang wah, cadangan kita tinggal 20 hari lagi... Bukan begitu, kalau disetok setahun kan rugi. Ada cost-nya. Jadi strateginya seperti itu. Sudah optimal itu,” kata dia. 

Mantan ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini mengatakan pemerintah belum berencana menaikkan subsidi BBM. Meski harga minyak dunia sempat menyentuh angka di atas US$ 100 per barel, namun angka itu fluktuatif. 

“Asumsi kita kan setahun penuh. Kalau sekarang US$ 100 habis itu jatuh ke US$ 50 rata-ratanya kan bisa sama dengan kemarin. Jadi jangan terlalu cepat-cepat, oh judge ini, judge itu,” kata dia.

Purbaya pun menegaskan pemerintah akan memonitor selama satu bulan ke depan untuk memutuskan langkah apa yang akan diambil berkaitan dengan harga minyak dunia yang melambung imbas perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel tersebut.  

“Kita lihat kondisi seperti apa, nanti setelah sebulan kita prediksi harga minyak seperti apa sehingga kita bisa mengambil kebijakan yang pas,” kata Purbaya. 

Siapkan Langkah Komprehensif

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah sedang menyiapkan berbagai langkah komprehensif untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga minyak dunia. Ia memastikan pasokan BBM nasional, termasuk yang dipenuhi melalui Pertamina tetap terjaga dengan baik.

"Problem kita sekarang bukan di stok, stok tidak ada masalah. Kita itu sekarang (masalahnya) tinggal di harga. Kita lagi akan exercise untuk melakukan langkah-langkah yang komprehensif," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Senin (9/3).

Bahlil mengatakan saat ini fokus terpenting pemerintah soal keamanan stok BBM untuk hari raya Idulfitri. “(Panic buying) sebenarnya tidak perlu ada,” ucapnya. Selain membahas stok dan harga, Bahlil menyebut pemerintah juga akan membahas soal harga minyak dunia yang sudah melampaui asumsi APBN 2026 yang sebesar US$ 70 per barel.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wawali Makassar Tegaskan Pentingnya Kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan bagi Perusahaan
• 8 jam laluterkini.id
thumb
JAPPDI Protes Pemerintah Karena Tidak Awasi Harga Daging Kerbau
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Kemendikdasmen Resmikan 29 Sekolah Revitalisasi di Pidie Jaya
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Buntut Tragedi Bantargebang, Jakarta Disarankan Adopsi Sistem Jadwal Sampah ala Jepang
• 43 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Pantai Nambo Dipersiapkan Hadapi Lonjakan Wisatawan Saat Libur Lebaran
• 3 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.