Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Bank Syariah Indonesia menyalurkan bantuan kepada 50 pelaku usaha ekonomi kreatif di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir guna membantu pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Bantuan tersebut berupa modal usaha dan paket sembako yang diberikan kepada pelaku usaha untuk membantu mereka kembali menjalankan aktivitas produksi.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui kegiatan Literasi Bisnis Ekonomi Kreatif dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat setelah bencana banjir.
Program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah secara langsung untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya bagi wilayah Aceh.
Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi hadir langsung di Aceh Tamiang dan menyampaikan duka cita atas musibah banjir yang terjadi dengan skala lebih besar dari sebelumnya.
Cecep menyampaikan, "Jika ini merupakan suatu bentuk kehadiran dan komitmen kementerian untuk bersama sama berjuang bangkit dari bencana, pada kesempatan ini tidak hanya bantuan secara materiil namun yang tidak kalah penting adalah bekal ilmu serta motivasi yang akan didapatkan oleh para peserta,".
Bantuan Modal Usaha dan Literasi BisnisSebagai bagian dari pemulihan ekonomi pascabencana, bantuan modal usaha sebesar Rp125 juta diberikan kepada 50 pelaku usaha ekonomi kreatif.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi bersama jajaran kementerian serta Area Micro dan Pawning Manager Bank Syariah Indonesia Jasrun.
Kegiatan ini bertujuan membekali pelaku usaha ekonomi kreatif dengan keterampilan pengelolaan keuangan dan penguatan manajemen usaha.
Program tersebut juga memberikan akses terhadap pembiayaan bagi para pelaku usaha.
Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas produksi dan mempercepat pemulihan ekonomi lokal setelah bencana.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Relaksasi PerbankanKepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tamiang Muhammad Farij menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pemulihan ekonomi masyarakat di daerahnya.
Farij menyampaikan, "Kementerian Ekraf telah banyak memberikan perhatian di Aceh, seperti bantuan motivasi dan alat berupa kompor bagi pelaku kuliner beberapa waktu lalu. Pascabanjir ini, kementerian kembali hadir membawa motivasi dan pendanaan,".
Ia juga mengapresiasi peran Bank Syariah Indonesia dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak banjir.
Farij berharap bantuan stimulan dan kegiatan pemberdayaan seperti ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
Ia juga berharap adanya perluasan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat bagi pelaku usaha ekonomi kreatif di Aceh Tamiang.
Dukungan dari sektor perbankan juga diberikan oleh Bank Syariah Indonesia kepada nasabah yang terdampak banjir.
Area Micro dan Pawning Manager Bank Syariah Indonesia Jasrun menyampaikan, "Komitmen BSI yang telah proaktif mendampingi nasabah sejak musibah banjir melanda pada 26 November lalu dan pihaknya telah memberikan relaksasi berupa penundaan pembayaran selama tiga bulan hingga Januari, yang disesuaikan dengan kondisi masing masing nasabah,".
Ia juga menyatakan bahwa Bank Syariah Indonesia akan mengevaluasi kebijakan tersebut dan siap menambah masa relaksasi apabila diperlukan.
Relaksasi tersebut diharapkan dapat mengurangi beban biaya bulanan nasabah serta memberi waktu bagi pelaku usaha untuk menyusun strategi usaha baru.
Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan Bank Syariah Indonesia untuk mendorong kembali aktivitas produksi para pelaku usaha ekonomi kreatif di Aceh Tamiang setelah bencana.




