Ketua DPR Puan Maharani menilai meningkatnya konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran menunjukkan kegagalan sistem keamanan global dalam menjaga keseimbangan kepentingan antarnegara.
Puan menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR Pembukaan Masa Sidang IV. Ia menilai eskalasi yang terjadi memperlihatkan lemahnya mekanisme global dalam mencegah konflik yang lebih luas.
“Dalam meningkatnya eskalasi aksi militer tersebut, membawa kepada pemahaman kolektif yang kritis bahwa penggunaan kekuatan militer yang saat ini terjadi telah mengabaikan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara, memperlihatkan dominasi negara tertentu atas negara lain,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3).
“Mengabaikan peran lembaga multilateral dalam mencegah konflik yang lebih luas, serta kegagalan sistem keamanan global yang tidak lagi mampu menjamin keseimbangan kepentingan antar negara,” lanjutnya.
Menurutnya, ketegangan yang melibatkan AS, Israel, dan Iran merupakan gambaran kompleksnya dinamika hubungan internasional yang sarat kepentingan strategis.
“Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak hanya mencerminkan pertentangan kepentingan di tingkat regional, tetapi juga menggambarkan tantangan besar bagi tata kelola global ke depan,” katanya.
Ia menekankan kondisi tersebut menegaskan kembali pentingnya penguatan hukum internasional serta peran lembaga internasional dalam menjaga stabilitas dunia.
“Situasi ini menegaskan kembali pentingnya penguatan hukum internasional, peran lembaga internasional dalam menjaga perdamaian, keadilan, stabilitas dunia serta hak negara dalam mempertahankan kedaulatannya,” ucap Puan.
Ia juga menyampaikan duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
“Atas nama Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran. Yang gugur dalam serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada tanggal 28 Februari 2026,” ujarnya.
Puan mengatakan Indonesia sebagai negara yang menjunjung prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial turut menyampaikan simpati kepada rakyat Iran yang tengah menghadapi situasi sulit.
“Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, menyampaikan simpati yang mendalam kepada seluruh rakyat Iran yang tengah menghadapi masa sulit ini,” kata dia.





