FAJAR, MAKASSAR — Pelindo Regional 4 memperkirakan jumlah penumpang arus mudik Idulfitri mencapai 882.620 orang.
Angka tersebut naik sekitar lima persen dibandingkan realisasi Angkutan Lebaran tahun lalu yang tercatat 840.590 orang.
Executive Director 4 PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4, Abdul Azis, mengatakan momentum mudik Lebaran masih menjadi periode dengan mobilitas penumpang tertinggi di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola perusahaan di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Berdasarkan proyeksi operasional kami, arus penumpang pada masa Angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 882.620 orang atau meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun lalu.
“Pertumbuhan ini sejalan dengan tren peningkatan mobilitas masyarakat serta semakin kuatnya konektivitas transportasi laut di wilayah Indonesia Timur,” ujar Abdul Azis, Senin, 9 Maret.
Ia menjelaskan, tren kenaikan jumlah penumpang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Angkutan Lebaran 2022 jumlah penumpang tercatat sekitar 594.263 orang, meningkat menjadi 715.256 orang pada 2023 dan 764.010 orang pada 2024. Jumlah tersebut kembali naik menjadi 840.590 orang pada 2025, dan diproyeksikan mencapai 882.620 orang pada 2026.
Menurutnya, perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus penumpang selama periode mudik.
Persiapan tersebut meliputi kesiapan infrastruktur terminal penumpang hingga penguatan koordinasi dengan operator kapal dan instansi terkait.
“Kami memastikan seluruh fasilitas terminal penumpang dalam kondisi siap operasional serta memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder agar pelayanan mudik berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Division Head Operasi Pelindo Regional 4 Yusida M Palesang mengungkapkan, sejumlah pelabuhan utama di kawasan Indonesia Timur diperkirakan kembali menjadi simpul dengan arus penumpang terbesar selama musim mudik tahun ini.
Berdasarkan data Angkutan Lebaran 2025, lima pelabuhan dengan arus penumpang tertinggi yakni Pelabuhan Makassar sebanyak 126.006 penumpang, Balikpapan 112.531 penumpang, Ambon 103.679 penumpang, Parepare 97.174 penumpang, dan Ternate 67.460 penumpang.
Pada Angkutan Lebaran tahun ini, jumlah penumpang di pelabuhan-pelabuhan tersebut diproyeksikan kembali meningkat. Pelabuhan Makassar diperkirakan mencapai sekitar 132.306 penumpang, Balikpapan 118.158 penumpang, Ambon 108.863 penumpang, Parepare 102.033 penumpang, dan Ternate 70.833 penumpang.
“Pelabuhan Makassar diproyeksikan tetap menjadi pelabuhan dengan arus penumpang tertinggi di Regional 4 selama masa mudik Lebaran, diikuti Balikpapan dan Ambon.
Karena itu kami menyiapkan penguatan pengelolaan arus penumpang serta optimalisasi layanan terminal,” kata Yusida.
Untuk menghadapi lonjakan mobilitas tersebut, Pelindo Regional 4 mengoperasikan 20 terminal penumpang selama masa Angkutan Lebaran di berbagai pelabuhan kawasan timur.
Fasilitas terminal juga dioptimalkan untuk mendukung kenyamanan serta keselamatan penumpang.
Pada periode Angkutan Lebaran tahun lalu, puncak arus mudik tercatat terjadi pada H-3 Lebaran dengan jumlah penumpang mencapai 41.049 orang. Sementara puncak arus balik terjadi pada H+7 dengan total 40.197 penumpang.
“Pelindo optimistis dengan kesiapan infrastruktur dan koordinasi lintas instansi, layanan kepelabuhanan selama mudik Lebaran 2026 dapat berjalan optimal sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan Indonesia Timur,” ulasnya. (uca)





