BOGOR, KOMPAS.com - Para sopir bus di Terminal Baranangsiang Bogor membeberkan kesiapannya untuk menyambut arus mudik.
Pendi (39) sebagai pengemudi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) rute Jabodetabek-Sumatera Barat sudah mempersiapkan segalanya untuk keselamatan dia dan para penumpang.
Selain soal kebersihan bus, ia juga memastikan keamanan penumpang.
Baca juga: Takut Kejebak Macet, Warga Mudik Lebih Awal dari Terminal Baranangsiang Bogor
Apalagi, rute ke arah Pulau Sumatera juga dikenal dengan waktu tempuh yang panjang dan melelahkan dengan jalur yang berkelok.
"Ya terutamanya rem itu harus dikontrol terus kan. Rem, ban, anginnya ya kan, pengisiannya," kata Pendi di Terminal Baranangsiang Bogor, Selasa (10/3/2026).
Pria dengan 10 tahun pengalaman menjadi sopir itu menyebut perjalanan dari Terminal Baranangsiang Bogor sampai ke Padang menempuh waktu 35 sampai 38 jam, tergantung kondisi lalu lintas.
Dia bersama penumpang busnya perlu mengunjungi Pelabuhan Merak, menyeberangi Selat Sunda, dan tiba di Pelabuhan Bakauheni.
"Iya (ke) Padang. Padangnya itu nanti terbagi-bagi nanti, ada yang ke Bukittinggi kan, ada yang ke Pariaman," ujar dia.
Menyadari medan dan waktu tempuh yang berat, Pendi terbiasa mengemudikan bus secara bergantian agar tetap bisa beristirahat.
Ia juga menyediakan kotak P3K di busnya.
"Satu rumah makan, ganti sopir lagi. Satu rumah makannya ada sekitaran delapan jam. Jadi delapan jam kita dapat istirahat," kata dia.
Baca juga: Puncak Arus Mudik di Terminal Kampung Rambutan Diprediksi H-4 Lebaran
Pastikan tanpa doping
Kusnadi (42), sopir bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) rute Terminal Baranangsiang (Bogor) sampai Terminal Leuwi Panjang (Bandung) menyatakan, pengemudi wajib saling menjaga keselamatan dalam mudik.
Ia hanya membawa obat pribadi untuk meredakan rasa sakit kepala atau demam ketika berkendara.
Kusnadi memastikan tidak menggunakan doping maupun mengonsumsi alkohol untuk mempertahankan staminanya dalam mengemudikan rute AKDP tersebut.
"Kalau masalah doping-dopingan mah enggak. Apalagi minum (alkohol) ya, soalnya kan kita penumpang bawaannya nyawa orang gitu," kata Kusnadi kepada Kompas.com.