Ekonomi Tiongkok pada tahun 2026 semakin lesu. Baru saja libur Tahun Baru Imlek berakhir, berbagai daerah seperti Guangdong, Shanghai, dan Zhejiang kembali mengalami gelombang besar pekerja yang pulang kampung. Banyak orang mengeluh tidak bisa menemukan pekerjaan sehingga terpaksa pulang ke rumah dan “Tang Ping” atau “berbaring pasrah” (Menganggur).
EtIndonesia. Pada 8 Maret 2026, sebuah video yang beredar di internet menunjukkan bahwa baru lebih dari dua bulan memasuki tahun 2026, sejumlah besar pekerja migran yang datang ke Shanghai untuk bekerja sudah naik kereta pulang ke kampung halaman karena tidak dapat menemukan pekerjaan.
Seorang pria yang merekam video itu berkata sambil tersenyum pahit: “Ini gelombang pertama orang yang pulang kampung untuk Tahun Baru 2027. Lihat, banyak sekali orang…”
3月8日,2026年刚过去两个多月,大量到上海打工的农民工由于找不到工作,已经坐火车回家躺平了。 pic.twitter.com/ONyOOWFQWE
— 昨天 (@YesterdayBigcat) March 9, 2026Di kolom komentar, banyak warganet menulis:
- “Kok sudah pulang secepat ini.”
- “Jangan menakut-nakuti saya, saya masih di kereta.”
- “Ini bukan pulang untuk merayakan Tahun Baru, ini pulang untuk ‘berbaring pasrah’.”(Menganggur).
3月8日,廣州,新年剛過開始,打工人就扛不住了,開始返鄉。 pic.twitter.com/TlAbNcdrvV
— ying tang (@yingtan04410735) March 9, 2026Pengunggah video membalas komentar tersebut dengan mengatakan: “Benar, tidak ada pilihan lain. Sekarang pekerjaan di luar sangat sulit ditemukan.”
3月4日,新年過後,廣東返鄉潮又來了,找不到工作,許多打工人再度返鄉。 pic.twitter.com/DT8izllOYz
— ying tang (@yingtan04410735) March 9, 2026Pada 8 Maret, seorang blogger Tiongkok bernama “A Cheng” juga mengunggah video yang mengatakan bahwa setelah Tahun Baru, di Guangzhou hampir tidak ada pekerjaan dengan bayaran tinggi. Banyak orang sudah tidak mampu bertahan lagi dan mulai pulang ke kampung halaman.
Seorang gadis Tiongkok juga mengunggah video yang mengatakan bahwa setelah Tahun Baru ia datang ke Guangzhou untuk mencari pekerjaan. Ia sudah tinggal di hotel selama satu minggu tetapi masih belum mendapatkan pekerjaan, dan uangnya hampir habis sehingga ia ingin pulang.
3月8日,中國女孩嘆息,來廣州一星期了,找不到工作,錢也快沒了,找工作太難了,想回家。 pic.twitter.com/QF8HJvomR2
— ying tang (@yingtan04410735) March 9, 2026Ada juga warganet yang menulis: “Para pekerja tahun 2026 gelombang pertama sudah menganggur. Gelombang pertama pekerja tahun ini mulai pulang kampung. Banyak rekan kerja di sekitar saya tidak bisa menemukan pekerjaan. Persaingan terlalu berat, jadi mereka mengemasi barang dan pulang.”
3月8日,浙江很多工廠沒有活幹,許多打工人去了又回來了。 pic.twitter.com/q7JMr8QeZx
— ying tang (@yingtan04410735) March 9, 2026Di Wenzhou, provinsi Zhejiang, banyak pabrik sepatu yang lama tidak mulai beroperasi setelah Tahun Baru. Banyak pekerja migran dari luar daerah tidak mendapatkan pekerjaan atau pekerjaan yang bisa dilakukan, sehingga terpaksa pulang ke rumah dan tidak bekerja.
Seorang warganet mengeluh: “Benarkah sekarang mencari pekerjaan di luar sangat sulit? Saya masih berencana pergi ke Yiwu untuk mencari kerja dan sudah melihat tiket kereta. Tapi saya juga melihat beberapa orang di desa kami sudah pulang dan mengatakan pekerjaan sulit ditemukan. Saya tidak tahu apakah itu benar.”
Komentar lainnya mengatakan:
- “Kalau sudah ada orang yang mencoba sebelumnya, sebaiknya jangan pergi.”
- “Pekerja mesin jahit dengan pengalaman 20 tahun pun menganggur.”
- “Terlalu sulit.”
- “Tahun lalu terlalu banyak pabrik yang bangkrut. Tahun ini Timur Tengah juga perang. Kondisi ekonomi sangat buruk. Menemukan pabrik yang stabil saja sekarang sulit.”
Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting / Editor: Wen Hui – NTDTV.com
新年過後,溫州鞋廠仍沒有復工招人,打工人太難了。 pic.twitter.com/765aT8JyPk
— ying tang (@yingtan04410735) March 9, 20263月7日,浙江溫州鞋廠冷清,沒有活幹,外來打工人找不到工作。 pic.twitter.com/6iZesPuNGn
— ying tang (@yingtan04410735) March 9, 2026




