Jakarta: Memanasnya konflik di Timur Tengah menyusul perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Penutupan sementara Selat Hormuz dinilai berpotensi mempengaruhi distribusi minyak dunia. Meski demikian, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya memastikan saat ini stok bahan bakar minyak nasional masih aman.
Bambang mengatakan, pemerintah telah mengantisipasi dampak konflik Timur Tengah terhadap pasokan energi nasional. Meskipun penutupan Selat Hormuz berpotensi mengganggu rantai pasok minyak dunia, Indonesia telah menyiapkan langkah strategis dengan mencari sumber pasokan minyak mentah alternatif.
Baca Juga :
Prabowo: Indonesia Harus Siap Hadapi Dampak Perang Global"Dengan demikian dapat dipastikan bahwa pasokan crude oil untuk Indonesia ataupun produk-produk BBM untuk Indonesia pada saat ini tidak ada masalah," kata Bambang.
Baca Juga :
Perang Belum Usai, Ancaman Krisis Energi MengintaiSementara itu, terkait isu stok BBM nasional yang disebut hanya cukup selama 20 hari, ia mengungkapkan, kondisi ini merupakan hal yang lazim terjadi dan bukan situasi darurat. Ia meminta masyarakat tidak terpengaruh isu yang dapat memicu kekhawatiran berlebihan.
"Jadi sebetulnya tidak ada yang salah dari statement Menteri ESDM. Oleh karena itu mari saya imbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Jangan tergiring untuk melakukan hal-hal yang menurut kami tidak tepat," tambah Bambang.



