JAKARTA, DISWAY.ID – Ditutupnya selat Hormuz membuat lonjakan harga minyak dunia yang membuat Presiden Amerika harus menjilat ludahnya sendiri.
Pasalnya Trump yang begitu keras memberikan sanksi terhadap penjualan minyak Rusia akibat konflik dengan Ukraina, akhirnya memutuskan untuk memberikan kelonggaran.
Kelongaran ini disebutkan sebagai salah satu cara agar harga minyak dunia bisa kembali turun.
Tidak hanya akan memberikan kelonggaran terhadap minyak Rusia, Trump juga kembali mengertak Iran untuk membebaskan kapal yang akan melintasi selat Hormuz.
BACA JUGA:Kronologi Meledaknya Kapal Musaffah 2 di Selat Hormuz, Nasib 4 WNI Belum Jelas
BACA JUGA:3 Depot Minyak Iran Diserang Israel, Api Besar Membumbung Tinggi
Menurut Trump jika Iran membebaskan kapal di selat Hormuz, ini merupakan sebuah hadiah bagi Tiongkok yang diketahui merupakan salah satu negara yang ketergantungan minyak dari wilayah Arab hingga diatas 80 persen.
Sebelumnya pihak Iran telah menyampaikan jika mereka akan memberikan izin untuk kapal minyak China yang akan melintas selat Hormuz.
Selain kapal Tiongkok, Uran juga memberikan izin untuk beberapa negara sahabatnya, kecuali Amerika, Israel dan sekutunya.
Sedangkan Trump menyabutkan dalam menjaga harga minyak dunia, pihaknya juga akan melepaskan cadangan minyak mentah darurat.
Menurut para pengamat, keputusan ini merupakan salah satu kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak ini akan merugikan para pebisnis dan konsumen Amerika menjelang pemilihan paruh waktu November.
BACA JUGA:Menkeu Purbaya: Jika Minyak 92 Dolar, Defisit APBN Bisa Naik ke 3,6 Persen
BACA JUGA:Trump Meradang Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pimpinan Tertinggi Iran yang Akrab dengan IRGC
Trump mengatakan kepada wartawan di Florida pada hari Senin 9 Maret lalu bahwa pemerintahannya mencabut sanksi terhadap beberapa negara sebagai bagian dari upaya untuk menstabilkan pasar minyak, tetapi menolak untuk memberikan rinciannya.
"Jadi kami memiliki sanksi terhadap beberapa negara. Kami akan mencabut sanksi tersebut sampai Selat Inggris kembali normal," katanya.
- 1
- 2
- 3
- »





