Grid.ID - Komika Pandji Pragiwaksono mengungkapkan bahwa proses sidang adat yang ia jalani bersama masyarakat Toraja menghasilkan kesepakatan damai. Dalam sidang tersebut, kedua pihak disebut telah saling meminta maaf atas polemik yang terjadi.
Hal itu disampaikan Pandji usai menjalani pemeriksaan kedua di Bareskrim Polri terkait kasus yang berhubungan dengan masyarakat adat Toraja. Pemeriksaan tersebut berlangsung di Mabes Polri pada Senin (9/3/2026).
“Di sidang adat itu keduanya meminta maaf atas apa yang telah terucap dan terjadi,” tegasnya saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Senin (9/3/2026).
Pandji menjelaskan bahwa sidang adat tersebut menjadi momen penting bagi kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan. Menurutnya, proses tersebut berjalan secara adil dan memberikan ruang dialog bagi semua pihak.
Ia juga menilai sidang adat tersebut memberikan banyak pembelajaran bagi dirinya maupun pihak lain yang terlibat. Pandji menyebut konflik yang terjadi dapat menjadi pelajaran berharga.
“Kedua belah pihak punya banyak pembelajaran dari situasi ini,” katanya.
Pandji mengatakan proses sidang adat tersebut dihadiri oleh berbagai perwakilan masyarakat Toraja. Ia menyebut kehadiran perwakilan adat membuat proses tersebut memiliki legitimasi yang kuat.
Menurut Pandji, perwakilan dari 32 wilayah adat di Toraja turut hadir dalam sidang tersebut. Selain itu, sidang juga dipimpin oleh tujuh hakim adat.
“Sidang itu dihadiri perwakilan dari 32 wilayah adat dan tujuh hakim ketua,” pasti Pandji.
Ia menambahkan bahwa sidang adat tersebut juga berfungsi sebagai bentuk mediasi antara pihak-pihak yang berselisih. Karena itu, Pandji berharap pendekatan penyelesaian yang mengedepankan dialog dapat terus dikedepankan.
Pandji juga berharap penyelesaian kasus ini dapat mengarah pada pendekatan Restorative Justice. Menurutnya, komunikasi antara dirinya dan perwakilan masyarakat adat telah dilakukan melalui sidang tersebut.
“Harapannya yang dikedepankan adalah restorative justice,” tambahnya.
Pandji juga mengaku pengalaman mengikuti sidang adat Toraja menjadi salah satu pengalaman yang berkesan dalam hidupnya. Ia menilai proses tersebut menunjukkan tradisi penyelesaian konflik yang telah berlangsung lama.
Menurutnya, sidang adat yang dijalani berjalan secara demokratis dan terbuka. Ia pun merasa bersyukur dapat terlibat langsung dalam proses tersebut.
“Bagi saya itu pengalaman yang sangat berkesan,” ucapnya.
Selain itu, Pandji mengatakan peristiwa ini juga memengaruhi cara pandangnya dalam membuat materi komedi. Ia berkomitmen untuk lebih berhati-hati dalam menulis materi stand up ke depannya.
Pandji menilai setiap peristiwa yang terjadi dapat menjadi pembelajaran bagi seorang komika. Ia pun berharap ke depan dapat menghasilkan materi yang lebih baik.
“Saya berkomitmen untuk lebih baik lagi dalam menulis joke dan materi stand up komedi,” tutup Pandji.(*)
Artikel Asli



