Pengamat ekonomi, Joshua Pardede, melihat kondisi ini tidak terlepas dari kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, khususnya pada kelompok kelas menengah yang selama ini menjadi tulang punggung pasar otomotif nasional.
“Kalau kita ibaratkan ekonomi seperti mobil, sebenarnya mesinnya sudah menyala, tapi belum terlalu digas. Artinya, aktivitas ekonomi sudah berjalan, tetapi belum sepenuhnya pulih,” ujar Joshua di Senayan Jakarta.
Joshua menilai pertumbuhan ekonomi sudah mulai mengalami perbaikan dalam beberapa waktu. Namun perbaikan ini belum dirasakan semua pihak, khususnya kelas menengah yang sensitif terhadap kondisi ekonomi. Baca Juga:
Tips Beli Mobil Bekas untuk Mudik Lebaran 2026
Efeknya masyarakat, khususnya di kelas menengah, lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial. Termasuk untuk pembelian barang dengan nilai besar, seperti properti dan mobil.
Kondisi ekonomi, dan geopolitik saat ini, juga berpengaruh terhadap psikologis masyarkat. Mereka lebih memilih untuk menahan belanja dan mengamankan uang mereka. Bahkan banyak juga yang justru mengalihkannya kepada instrumen investasi seperti emas yang aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





