Kasus dugaan pelecehan seksual diduga kembali terjadi di KRL. Korban, seorang penumpang perempuan, mengaku digerayangi seorang pria di kereta tersebut. Pelaku juga menggesekkan kemaluannya ke korban.
Korban sempat merekam wajah pelaku dan berteriak minta tolong ke penumpang lain. Dalam rekaman itu terlihat pelaku mengenakan topi dengan tulisan NY di bagian depannya dan mengenakan jaket. Saat korban meneriakkan pelaku, terlihat tangan pria itu berada di dekat korban.
Dugaan pelecehan seksual itu terjadi saat korban dalam perjalanan dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Pasar Minggu.
Terkait peristiwa tersebut, Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Senin (9/3) pukul 06.30 WIB. Ia menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan kekerasan seksual yang terjadi baik di dalam kereta ataupun di stasiun. Pelaku terancam di-blacklist atas perbuatannya itu.
"Berdasarkan laporan yang diterima, saat ini petugas kami sedang melakukan penelusuran melalui CCTV dan konfirmasi dengan korban, untuk selanjutnya akan dimasukkan ke dalam data base CCTV analytic yang mana CCTV ini dapat mendeteksi wajah terduga pelaku yang melakukan tindakan kriminalitas,” jelas Leza dalam keterangannya, Selasa (10/3).
KAI Commuter, lanjut Leza, juga akan mendampingi korban untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi. Bantuan psikologis juga akan diberikan.
“KAI Commuter juga akan memberikan pendampingan kepada korban secara psikologis, untuk menguatkan korban,” tambahnya.
Leza memastikan, KAI Commuter akan membantu penuh dan berpihak kepada korban setiap adanya tindakan kriminalitas di lingkungan Commuter Line, khususnya tindakan kekerasan seksual.
“KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk peduli pada situasi sekitar saat menggunakan Commuter Line, berani bertindak, berani speak up atau dapat melaporkan segala bentuk kekerasan seksual kepada petugas, melalui call center 021-121, maupun media sosial resmi KAI Commuter,” tutup Leza.




