Ramai di media sosial tentang sebuah kios yang dilempari petasan oleh orang tak dikenal karena diduga menjual obat keras jenis Tramadol. Toko tersebut berada di Kelurahan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Pantauan kumparan di lokasi, Selasa (10/3) pada pukul 11.26 WIB, kios tersebut tampak tutup dengan pintu geser berwarna oranye. Di balik pintu, kios terlihat gelap dan tidak menunjukkan tanda-tanda adanya aktivitas.
Tepat di belakang pintu terdapat ampas petasan. Sementara itu, bagian atas kios terlihat spanduk mengenai penjualan paket internet.
Pemilik kios, Heri (45) mengaku kios tersebut disewakan selama dua bulan terakhir. Menurut Heri, penyewa menggunakan kios tersebut untuk berjualan pulsa.
"Iya, kan namanya punya kios ya dikontrakin. Baru dua bulan," ucap Heri saat ditemui kumparan di lokasi.
Heri mengaku tidak tahu-menahu mengenai aktivitas penyewa kios yang ternyata menjual Tramadol.
"Nggak tahu, nggak mau tahu juga, ngapain. Dia mau jualan apa silakan, bodo amat saya nggak ngerti juga. Yang penting kontrakan saya laku, udah," tutur Heri.
Meski begitu, Heri mengatakan, sejumlah polisi telah mendatangi kios miliknya tersebut pada Senin (9/3). Setelah itu polisi melakukan olah TKP.
"Iya (olah TKP), kemarin sore-sore. Cuma sebentar doang, habis itu pulang dia," sebut Heri.
Jual 'Obat Semangat'
Salah satu pedagang yang berada di sekitar kios, Abu (64) mengaku mendengar ada penjualan obat di kios tersebut. Namun yang ia dengar adalah obat semangat.
"Ya, saya dengarnya obat semangat katanya," ucap Abu.
Abu mengatakan, kios tersebut telah ada sejak 3-4 bulan yang lalu. Abu juga menuturkan penjual di kios tersebut berganti-ganti.
"Ganti-ganti, yang ini lain lagi kurus, kemarin dulu berewokan," tutur Abu.
Abu juga sering mengamati perilaku aneh si penyewa kios. Ia baru datang ke kiosnya tersebut bila ada pembeli. Setelah itu ia menghilang dari kiosnya.
"Jadi kayak bajing loncat, jadi kalau ada pembeli, dia nyamperin lari ke kiosnya. Nanti setelah pembelinya selesai, dia kabur lagi. Biasa di gembok. Entar di halte sana nongkrong. Saya merhatiin juga," ungkap Abu.
Sementara itu, Abu mengatakan, kios selalu dalam kondisi hampir tertutup oleh pintu geser.
"Dia segitu aja bukanya. Hanya 20 atau 15 senti lah," ujar Abu.
Abu mengatakan banyak kendaraan yang berhenti di depan kios tersebut, utamanya pada 3 bulan lalu. Kebanyakan merupakan angkot.
"3 Bulan yang lalu mah parah, banyak mobil berhenti, mobil-mobil kecil. Mobil 41 jurusan Cibinong banyak yang berhenti," ujar Abu.
Abu pun mengetahui ada polisi yang menghampiri kios ini kemarin. Namun, menurutnya, ini bukan kali pertama.
"Itu pakai mobil patwal tuh, nih mobil sedan. Jadi yang nanya laki-laki dua, yang istri satu, yang istrinya itu sempat marah-marah. 'Ini dibongkar aja nih' katanya. 'Kalau nggak saya bakar' katanya, kata yang perempuan itu. Udah emosi banget," ujar Abu.
Kapolres Jakarta Timur Alfian Nurrizal mengatakan, pihaknya telah melakukan penggerebekan terhadap sejumlah kios yang diduga berjualan obat keras Tramadol. Mereka berkedok penjual pulsa dan kosmetik yang berada di wilayah Kelurahan Pekayon dan Kelurahan Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Polisi mengaku saat penggerebekan dilakukan, tidak ditemukan pelaku sebab kios telah tutup sejak Sabtu (7/3). Namun polisi menemukan 15 papan atau 15 obat jenis thirexyphenidyl serta 250 butir obat kuning yang diduga Tramadol.





