Rasio Risk-Based Capital Zurich Indonesia 300 Persen, Lampaui Standar OJK

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Zurich Indonesia menegaskan rasio RBC perseroan memenuhi batas minimum, bahkan melampui standar yang ditetapkan OJK.

Rasio Risk-Based Capital Zurich Indonesia 300 Persen, Lampaui Standar OJK. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Edhi Tjahta Negara mengatakan standar rasio risk-based capital yang berlaku di perseroan lebih tinggi dibanding batas minimal yang ditetapkan OJK. 

Sebagai pengingat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mematok batas minimal rasio risk-based capital (RBC) untuk perusahaan asuransi sebesar 120 persen. Batas minimum ini bertujuan untuk memastikan perusahaan mampu menanggung risiko sekaligus membayar klaim. 

Baca Juga:
Zurich Life Tawarkan Solusi Perlindungan dan Perencanaan Keuangan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

“Sejujurnya standar di Zurich Indonesia lebih tinggi. Jadi rasio RBC kami hari ini sudah di atas batas minimal OJK, yaitu sekitar 300 persen, yang diminta OJK kan 120 persen, ya,” kata Edhie dalam konferensi pers, Senin (9/3/2026). 

Selain rasio RBC yang lebih tinggi dibandingkan dengan batas minimum OJK, Zurich Indonesia juga telah memenuhi persyaratan ekuitas minimum tahap pertama, di mana perusahaan asuransi diwajibkan memenuhi modal minimum sesuai jenis perusahaannya. 

Baca Juga:
Ekuitas Minimum Cukup, Zurich Indonesia Optimistis Persyaratan Tahap II Terpenuhi Tahun Ini

Zurich Indonesia yang saat ini menaungi tiga entitas perusahaan, dua asuransi umum konvensional dan satu asuransi syariah, telah memenuhi modal minimum. Perseroan juga optimistis mampu memenuhi persyaratan modal tahap II tahun ini. 

Sebagai tambahan informasi, penyesuaian modal tahap II berlaku hingga akhir Desember 2028, di mana perusahaan asuransi wajib memenuhi modal sesuai skala usahanya. 

Dirut PT Zurich General Tafakul Indonesia Hilman Simanjuntak optimistis pihaknya dapat memenuhi lewat perolehan laba bersih secara organik. 

“Persyaratan 2028, saya pikir, tahun ini dapat terpenuhi lewat akumulasi profit. Namun, di luar itu pun Zurich Group sendiri sudah kuat secara modal, jadi kalau pun ada kebutuhan, akan didukung,” kata Hilman. 


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puan Pimpin Paripurna Pembukaan Masa Sidang Usai Reses, 293 Anggota Hadir
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pihak Nikita Mirzani Soroti Kejanggalan, Dokter Reza Gladys Ngaku Karyawan Bergaji Rp6,7 Miliar
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Nadiem Ungkap Pernah Bertemu CEO Microsoft Satya Nadella Saat Jadi Menteri
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Ketua DPD RI Sultan Apresiasi TNI Terlibat Aktif Dalam Pembangunan Jembatan dan Pemulihan Bencana Banjir Sumatra
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Block Mode Jadi Inovasi Andalan Kilang Cilacap Pangkas Ketergantungan Minyak dari Timur Tengah
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.