ANKARA, KOMPAS.TV - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan megungkapkan kekecewaannya atas penembakan rudal dari Iran ke arah Turki. Erdogan menyebut serangan tersebut dapat melukai persahabatan Iran dan Turki yang telah terjalin "ribuan tahun."
Erdogan pun mengaku telah memberi peringatan agar masing-masing pihak agar tidak menempuh tindakan yang bisa mengganggu hubungan kedua negara. Namun, Erdogan mengaku Turki justru menjadi sasaran rudal kendati telah mengeluarkan peringatan.
"(Meskipun) kami telah memperingatkan secara tulus, langkah-langkah keliru dan provokatif yang akan mengganggu hubungan persahabatan dengan Turki terus terjadi," kata Erdogan dikutip Anadolu, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Trump Sebut Perang Iran akan Selesai dalam Waktu Dekat, Janjikan Harga Minyak Turun
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Turki menyatakan sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Iran memasuki wilayah udara Turki pada Senin (9/3). Rudal balistik tersebut dilaporkan disergap oleh sistem pertahanan udara NATO yang diterjunkan di Laut Mediterania.
Kementerian Pertahanan Turki menyatakan debris rudal balistik tersebut jatuh di lahan kosong di Provinsi Gaziantep, tenggara Turki. Tidak ada korban manusia yang dilaporkan dalam insiden ini.
Kementerian Luar Negeri pun dilaporkan langsung memanggil Duta Besar Iran untuk Turki sehubungan insiden rudal balistik.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengaku telah berkomunikasi dengan Ankara. Pezeshkian menyebut AS berupaya menimbulkan perpecahaan antara Iran dan Turki.
Masoud Pezehskian menegaskan pihaknya tidak akan menyerang negara-negara di Timur Tengah selama tidak memperbolehkan AS menggunakan pangkalan militer untuk menyerang Iran.
Pezeshkian pun mengaku pihaknya siap membentuk tim investigasi gabungan untuk menyelidiki rudal yang melintasi wilayah Turki.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Al Jazeera
- perang iran
- turki
- recep tayyip erdogan
- rudal balistik
- rudal iran turki





