Jepang Setujui Terapi Sel Punca buat Parkinson & Gagal Jantung, Pertama di Dunia

kumparan.com
19 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Jepang menyetujui penggunaan terapi sel punca (stem cell) untuk penyakit Parkinson dan gagal jantung. Terapi tersebut diperkirakan sudah bisa diberikan kepada pasien dalam beberapa bulan ke depan.

Dilansir AFP, perusahaan farmasi Sumitomo Pharma mengaku telah mendapatkan lampu hijau untuk memproduksi dan menjual Amchepry, terapi penyakit Parkinson yang dilakukan dengan cara mentransplantasikan sel punca ke otak pasien.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Jepang juga menyetujui ReHeart, lembaran otot jantung yang dikembangkan oleh startup medis Cuorips. Terapi ini dapat membantu membentuk pembuluh darah baru sekaligus memulihkan fungsi jantung.

Jika berjalan sesuai rencana, kedua terapi tersebut bisa mulai dipasarkan dan diberikan kepada pasien paling cepat pada musim panas tahun ini. Dengan begitu, produk ini akan menjadi terapi medis komersial pertama di dunia yang menggunakan sel iPS (induced pluripotent stem cells).

Ilmuwan Jepang, Shinya Yamanaka, sebelumnya memenangkan Hadiah Nobel pada 2012 berkat penelitiannya tentang sel iPS. Sel jenis ini memiliki potensi untuk berkembang menjadi hampir semua jenis sel di dalam tubuh manusia.

Menteri Kesehatan Jepang, Kenichiro Ueno, mengatakan pemerintah berharap terapi ini dapat membantu pasien di seluruh dunia.

“Saya berharap ini dapat membawa harapan bagi pasien, tidak hanya di Jepang tetapi juga di seluruh dunia,” kata Ueno dalam konferensi pers.

Ia menambahkan pemerintah akan segera menyelesaikan seluruh prosedur yang diperlukan agar terapi ini bisa menjangkau pasien secepat mungkin. Dalam pernyataannya, Sumitomo Pharma mengatakan mereka mendapatkan “persetujuan bersyarat dengan batas waktu” untuk memproduksi dan memasarkan Amchepry. Skema ini dirancang agar terapi inovatif dapat lebih cepat sampai ke pasien.

Menurut laporan harian Asahi, persetujuan tersebut mirip dengan lisensi sementara. Keamanan dan efektivitas terapi dinilai berdasarkan data dari jumlah pasien yang lebih sedikit dibandingkan uji klinis obat pada umumnya.

Uji coba yang dipimpin peneliti dari Kyoto University menunjukkan bahwa terapi tersebut aman dan mampu memperbaiki gejala pasien. Penelitian tersebut melibatkan tujuh pasien Parkinson berusia antara 50 hingga 69 tahun. Masing-masing pasien menerima transplantasi sekitar lima juta hingga 10 juta sel yang ditanamkan di kedua sisi otak.

Sel iPS yang digunakan berasal dari donor sehat. Sel tersebut kemudian dikembangkan menjadi cikal bakal sel otak penghasil dopamin, sel yang umumnya sudah tidak ada pada penderita Parkinson. Para pasien kemudian dipantau selama dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan efek samping serius, sementara empat pasien mengalami perbaikan gejala.

Penyakit Parkinson merupakan gangguan neurologis kronis yang bersifat degeneratif dan memengaruhi sistem motorik tubuh. Penyakit ini sering menyebabkan tremor atau tubuh gemetar serta kesulitan bergerak.

Menurut Parkinson’s Foundation, sekitar 10 juta orang di seluruh dunia hidup dengan penyakit ini. Saat ini, terapi yang tersedia hanya mampu meredakan gejala tanpa benar-benar memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit.

Sel iPS sendiri dibuat dengan cara mengembalikan sel dewasa yang sudah terspesialisasi ke kondisi yang lebih muda. Proses ini pada dasarnya menyerupai teknik kloning, namun tanpa menggunakan embrio. Sel tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis sel lain, sehingga menjadi salah satu bidang penelitian medis yang sangat menjanjikan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Tampang Terduga Pembunuh Aktivis Ermanto Usman
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Prabowo Apresiasi Quraish Shihab saat Nuzulul Qur’an: Perbedaan Bukan Perpecahan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pulau Berlapis Emas Ditemukan di Wilayah RI, Bikin Heboh Satu Dunia
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Injourney Prediksi Okupansi Hotel di Bali Naik 10% saat Idulfitri & Nyepi
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Tradisi Nonton Dakwah Bareng Keluarga di Malam Ramadan: Nostalgia yang Patut Dihidupkan Lagi
• 14 jam laluintipseleb.com
Berhasil disimpan.