Tradisi Nonton Dakwah Bareng Keluarga di Malam Ramadan: Nostalgia yang Patut Dihidupkan Lagi

intipseleb.com
4 jam lalu
Cover Berita

IntipSeleb – Ada sesuatu yang terasa berbeda dari malam-malam Ramadan dua dekade lalu. Bukan soal makanan, bukan soal dekorasi, melainkan soal kebersamaan yang tumbuh di depan layar kaca. Seluruh anggota keluarga duduk bersama, menonton program dakwah, mendengarkan tausiyah, lalu mendiskusikannya bersama sampai waktu sahur tiba.

Tradisi itu kini perlahan memudar. Masing-masing anggota keluarga tenggelam dalam layarnya sendiri: ada yang scrolling media sosial, ada yang menonton konten streaming pilihan masing-masing, ada yang bermain gim. Ramadan masih datang setiap tahun, tapi kebersamaannya terasa semakin tipis.

Baca Juga :
Tas Ajaib Si Gemblok Warnai Petualangan Queena dan Sahabat di Serial Ramadan 2026
Shireen Sungkar Buka-bukaan Soal Bingkisan Lebaran: Yang Penting Bukan Nilainya, Tapi Manfaatnya!

Pertanyaannya: apakah kita benar-benar sudah kehilangan tradisi itu, atau kita hanya lupa untuk memilihnya?

Menonton program dakwah bersama keluarga bukan sekadar aktivitas mengisi waktu. Ini adalah salah satu bentuk pendidikan spiritual yang paling alami dan tidak terasa menggurui, terutama bagi anak-anak.

Ketika seorang anak melihat orang tuanya larut mendengarkan tausiyah, ikut bersholawat, atau bahkan meneteskan air mata saat mendengar kisah yang menyentuh, mereka sedang belajar sesuatu yang tidak ada di buku pelajaran mana pun: bahwa iman itu dirasakan, bukan hanya dihafalkan.

Nilai-nilai yang tersampaikan lewat cerita dan tausiyah jauh lebih mudah dicerna dibanding ceramah satu arah dari orang tua. Anak menyerapnya tanpa sadar, dalam suasana yang hangat dan tidak menegangkan.

Salah satu hal yang sering terjadi setelah menonton program dakwah bersama adalah obrolan yang muncul secara organik. "Tadi penceramahnya bilang begini, Yah. Maksudnya gimana?" atau "Kisah tadi mirip banget sama yang kita alami waktu itu, Bun."

Baca Juga :
Hampir 30 Tahun Bersama, Kini Atalia Praratya Jalani Ramadan Pertama Tanpa Ridwan Kamil
Lorong Waktu Jilid 2 Diserbu Netizen, Para Pemain Akui Respons Publik Luar Biasa
Kuliah di Al Azhar, Oki Setiana Dewi Tetap Jadi Dosen UMJ dan Juri Dai di Malaysia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Sebut Banyak Ekonom Berkontribusi pada Pelemahan Rupiah dan IHSG
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Indonesia Gagal Capai Target di All England 2026, PBSI Sampaikan Permintaan Maaf untuk Masyarakat Tanah Air
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
John Herdman Rilis Provisional Squad Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, 41 Pemain Dipanggil
• 23 jam laluterkini.id
thumb
Ketum PP Japto Kembali Diperiksa KPK Terkait Kasus Eks Bupati Kukar
• 11 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah Perkuat Deteksi Dini Problem Mental Anak lewat Program Cek Kesehatan Gratis
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.