Kena Sentil Menteri LH, Pramono Anung Setop Praktik Open Dumping di Zona Longsor Bantargebang

suara.com
6 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons arahan Menteri Lingkungan Hidup tentang krisis pengelolaan sampah ibu kota.
  • Pemprov DKI berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) seluas 8-10 hektar di Bantargebang.
  • Operasional *open dumping* sampah di Zona 4A TPST Bantargebang akan segera dihentikan sesuai instruksi kementerian.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan respons cepat terhadap sorotan tajam Kementerian Lingkungan Hidup terkait krisis pengelolaan sampah di ibu kota.

Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah bergerak melaksanakan instruksi dari pemerintah pusat guna membenahi polemik tersebut.

"Apa yang menjadi arahan Menteri Lingkungan Hidup, sudah kami jalankan. Kami sekarang ini bekerja sama untuk bisa memanfaatkan tempat-tempat, dan pasti akan dibebaskan tempat baru," ujarnya.

Salah satu strategi utama yang diusung adalah pembangunan infrastruktur modern berupa pembangkit listrik untuk mengurai tumpukan sampah yang kian menggunung.

Pramono menjelaskan bahwa Pemprov telah merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di area Bantargebang dengan kebutuhan lahan yang cukup luas.

"Bantargebang salah satunya, akan kami putuskan untuk PLTSa, pembangkit listrik tenaga sampah yang beroperasi di sana. Untuk itu, diperlukan lahan kurang lebih 8 sampai dengan 10 hektar. Sementara, lahan ini sudah bisa termanfaatkan untuk menampung tampungan sampah yang ada," jelasnya.

Selain rencana pembangunan PLTSa, Pramono juga memaparkan status operasional terbaru pada beberapa zona di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) tersebut.

Sejumlah petugas gabungan memindahkan korban longsor gunungan sampah ke kantung jenazah usai ditemukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). [ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/wsj]

Ia memastikan bahwa sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping yang menjadi pemicu kerawanan longsor akan segera dihentikan di titik tertentu.

"Untuk Zona 2 dan 3 kami akan tetap operasikan. Tapi memang apa yang menjadi arahan Pak Menteri di Zona 4A, kami tidak open dumping di situ," tegas Pramono.

Baca Juga: Evakuasi Korban Longsor Sampah Bantargebang, Lima Tewas Empat Masih Hilang

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melontarkan kritik pedas terkait insiden longsor yang terjadi di TPST Bantargebang akhir pekan kemarin.

Hanif menekankan bahwa tumpukan 80 juta ton sampah yang terakumulasi selama 37 tahun di lokasi tersebut kini telah mencapai titik beban yang sangat kritis.

Praktik metode open dumping di sana pun dinilai telah melanggar UU Nomor 18 Tahun 2008 karena sistem yang ada tidak lagi mampu mereduksi risiko keamanan bagi warga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang AS-Israel vs Iran, DPRD Jatim Minta Pemprov Pastikan Keselamatan 7.000 PMI
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Vista Land Realisasikan 4.000 Unit Rumah Subsidi
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tak Beri Kabar Usai Pulang Kerja, Pria di Jayapura Dibakar Pacarnya
• 8 jam laludetik.com
thumb
Liburan ke Dubai saat Ramadan? 4 Aktivitas yang Enggak Boleh Dilewatkan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Hangatnya Kebersamaan di Al-Markaz, Dinas Pertanahan Makassar Berbagi Bersama Anak Panti
• 3 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.